Indeks

Perampingan TPS, 109 Masyarakat Gagal Jadi Pantarlih

ilustrasi pemungutan suara di TPS (ist)

MEMOX.CO.ID – Kebijakan baru Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk melakukan perampingan Tempat Pemilihan Suara (TPS) di setiap daerah membuat 109 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) gagal dilantik. Pasalnya, kebijakan tersebut ditindaklanjuti oleh KPU Kota Batu dalam melebur beberapa TPS dan mendapatkan 720 tempat berkurang menjadi 611 tempat.

Ketua KPU Kota Batu, Mardiono membenarkan bahwa sebelumnya telah menyaring 720 pantarlih yang akan ditempatkan di 720 TPS se Kota Batu. “Jumlah 720 ini sesuai dengan kebutuhan jumlah TPS untuk penyelenggaraan Pemilu 2024 dari hasil pemetaan DPT (Daftar Pemilih Tetap),” ujar Mardiono, Rabu (15/2).

Namun sesuai dengan instruksi KPU RI harus dilakukan perampingan jumlah TPS, sehingga 109 TPS yang dihapus juga membuat 109 pantarlih yang seharusnya bertugas ikut terhapus. Sehingga pada Minggu kemarin (12/2/2023) Panitia Pemungutan Suara (PPS) hanya melantik 611 petugas saja.

Pelantikan pantarlih terpusat tersebut dibagi dalam tiga tempat berbeda yakni PPS se-Kecamatan Junrejo melaksanakan pelantikan di Pendopo Kecamatan Junrejo, PPS se-Kecamatan Bumiaji di gedung Balai Desa Pandanrejo, dan PPS se-Kecamatan Batu di gedung Grahawangsa Kelurahan Sisir. Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan teknis dan pembekalan pantarlih sebelum turun ke lapangan. Selain itu juga dilaksanakan pendistribusian alat kerja serta atribut agar para pantarlih bisa segera melaksanakan tugas.

“Sekarang semua petugas pantarlih sudah mulai bekerja melaksanakan tugasnya yakni melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) yang dilaksanakan dari 12 Februari -14 Maret 2023. Dalam kurun waktu tersebut, para petugas akan mendatangi rumah warga dan mendata masyarakat yang sudah mempunyai hak pilih, namun belum tercatat dalam Formulir A-Daftar Pemilih. Mereka juga akan mencoret pemilih jika ditemukan tidak memenuhi syarat yang ditunjukkan melalui KTP, Kartu Keluarga, ataupun dokumen pendukung lain,” tandasnya. (rul)

Exit mobile version