MEMOX.CO.ID – Penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di Kabupaten Malang alami kenaikan. Dari data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang menyebutkan, per bulan Juni 2025, ada 196 orang disabilitas bekerja di sebuah perusahaan. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2024 lalu.
“Setelah kita monitoring ke lapangan untuk ngecek. Per Juni 2025 itu, ada 196 orang disabilitas bekerja di 34 perusahaan,” jelas Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yudhi Hindarto saat ditemui Rabu (30/7/2025) kemarin.
Dikatakan Yudhi, jumlah ini meningkat dibandingkan dari tahun 2024 lalu yang hanya 113 orang yang bekerja di sebuah perusahaan. Dilanjutkan Yudhi, paling banyak mereka bekerja di sektor industri rokok.
Namun, dirinya akan terus berupaya supaya kaum disabilitas ini bisa bekerja di beberapa perusahaan, tidak hanya di bagian padat karya. Makanya, lanjut Yudhi, dirinya sempat bersama Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) melakukan pelatihan Detail Engineering Design (DED).
Pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan dalam menyusun perencanaan teknis berbagai proyek konstruksi, terutama infrastruktur.
Selain itu, juga pernah melakukan pelatihan terkait pengoperasian alat berat yang dilaksanakan di Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Dengan demikian, setelah ini, mereka bisa diarahkan ke beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah).
Cuma karena mereka ada yang tuna rungu, serta tuna wicara, diakui ada komunikasi yang terputus. Kendati dengan demikian, diharapkan semua tempat baik perusahaan maupun pemerintahan, bisa memfasilitasi berbagai alat bantu seperti layanan bahasa isyarat. Tujuannya adalah memberikan kemudahan akses informasi, komunikasi, dan partisipasi dalam berbagai kegiatan.
“Saat kami monitoring kami selalu sampaikan terkait kendala komunikasi ini sehingga mereka bisa memfasilitasi adanya keterbatasan tu,” pungkas Yudhi Hindarto yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Pembantu (Irban) Wilayah II Inspektorat Daerah. (nif)
