Penyebaran Virus H5N1 Sapi di Peternakan Amerika Serikat Kagetkan Para Ilmuwan

Penyebaran Virus H5N1 Sapi di Peternakan Amerika Serikat Kagetkan Para Ilmuwan
Seorang peneliti mengambil sampel burung yang diindikasi terpapar virus H5N2. (foto:ist)

MEMOX.CO.ID – Penyebaran virus H5N1 pada sapi di peternakan Amerika Serikat telah mengagetkan para ilmuwan dan memicu kekhawatiran di kalangan peternak dan masyarakat luas.

Sebelumnya, sapi dianggap tidak rentan terhadap penyakit ini, sehingga temuan ini membuka dimensi baru dalam penelitian dan penanganan virus flu burung.

Para ilmuwan sedang melakukan investigasi mendalam untuk memahami bagaimana virus H5N1 dapat menginfeksi sapi, mengingat selama ini virus ini lebih dikenal sebagai flu burung yang menyerang unggas.

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran baru mengenai potensi penularan dan dampaknya pada sektor peternakan serta kesehatan masyarakat. Meskipun hingga saat ini belum ada bukti bahwa virus flu burung dapat menular antar-manusia, otoritas berwenang terus mengawasi situasi dengan ketat.

Pengawasan ini semakin diperketat setelah beberapa pekerja peternakan di Amerika Serikat dilaporkan mengalami gejala ringan akibat terinfeksi virus ini. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tidak menimbulkan penyakit serius, virus H5N1 tetap dapat menginfeksi manusia.

Sebelumnya, di Meksiko seorang laki-laki berusia 59 tahun meninggal dunia pada 24 April 2024 setelah terinfeksi flu burung dengan varian virus berbeda, yakni H5N2.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ini merupakan kasus infeksi virus H5N2 pertama pada manusia yang dilaporkan di dunia. Kasus ini menarik perhatian global dan menambah daftar varian virus flu burung yang mampu menginfeksi manusia.

Tidak lama setelahnya, pada akhir Mei, Australia mengonfirmasi infeksi H5N1 pertama pada manusia. Infeksi ini terdeteksi pada seorang anak yang sedang dalam perjalanan pulang ke Negara Bagian Victoria dari India. Kasus ini kembali menegaskan bahwa virus H5N1 dapat menginfeksi manusia di berbagai belahan dunia, meskipun jarang terjadi.

Para pakar menyatakan, kasus yang terjadi di Australia tidak berkaitan dengan infeksi yang terjadi di Meksiko. Mereka terus memantau perkembangan situasi di berbagai negara dan menekankan pentingnya koordinasi internasional dalam mengatasi ancaman virus ini.

Dengan situasi yang berkembang ini, ilmuwan dan otoritas kesehatan global bekerja sama untuk memahami lebih lanjut tentang penyebaran virus H5N1 dan varian lainnya. Mereka berusaha menemukan cara-cara efektif untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran virus ini, baik di kalangan hewan maupun manusia, guna mencegah dampak yang lebih luas pada kesehatan masyarakat dan ekonomi. (cdp/mzm)