Penyandang Disabilitas jadi Perhatian KPU Malang Saat Gelar Simulasi Pencoblosan

SIMULASI: Proses simulasi pemungutan suara Pemilu 2024 di kantor KPU Kabupaten Malang.

MEMOX.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang melakukan simulasi pemunguatan suara Pemilu 2024 Rabu (27/12/2023).

Pelaksanaan ini digelar di kantor KPU Kabupaten Malang. Simulasi ini diikuti 85 pemilih untuk menggunakan hak pilihnya pada lima jenis surat suara.

Diantaranya, surat suara berwarna abu-abu untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Surat suara berwarna kuning untuk calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Surat suara berwarna merah untuk calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Kemudian surat suara berwarna biru untuk memilih anggota DPRD Provinsi. Dan terakhir surat suara berwarna hijau untuk memilih anggota DPRD Kabupaten/Kota.

Komisioner KPU Kabupaten Malang Mahaendra Pramudya Mahardika mengatakan, simulasi dilakukan mulai dari proses pencoblosan hingga perhitungan suara.

“Hal itu untuk mengetahui segala proses apa yang kemungkinan terjadi, dan apa yang harus dilakukan oleh pemilih,” katanya.

Tidak hanya pemilih, juga bagi KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) dan petugas ketertiban. Misalnya apa yang tidak boleh dilakukan di dalam tempat pemungutan suara (TPS), dan apa yang boleh dilakukan.

“Nah ini tadi kita menghadirkan pemilih dari wilayah Kepanjen yang memang terdaftar di DPT (daftar pemilih tetap) untuk menggunakan hak pilihnya,” katanya.

Dari simulasi ini, petugas akan melayani pemilih sebagaimana kondisi di lapangan. Misalnya pemilih disabilitas, pemilih sakit, dan sebagainya. Itu imbuh Dika, diperlukan alat penunjang.

“Bagaiman perlakuan saat di dalam TPS, apakah disediakan kursi, kursi roda atau lain-lain. Apakah ada alat bantu tuna netra atau yang lainya, atau bisa mengunakan pendamping. Bentuk kegiatannya itu yang kita coba simulasikan hari ini,” katanya.

“Tempat TPS juga tidak boleh ada tangganya, pintu masuk dan pitu keluar itu harus bisa diakses oleh kursi roda khusus teman-teman disabilitas yang menggunakan kursi roda agar tetap bisa masuk mengakses ke dalam TPS,” lanjutnya.

Dika melanjutkan, dalam simulasi ini juga dipraktikkannya cara menggunakan Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) untuk memberikan kemudahan bagi petugas rekapitulasi suara dan sebagai alat publikasi terhadap hasil penghitungan suara di tempat pemungutan suara.

“Ya itu sambil berkembang, sambil menunggu perkembangan situasi dan regulasi yang akan diturunkan, serta fasilitasi peralatannya untuk tiap TPS nanti,” pungkasnya. (nif)