Jember, Memox.co.id – Pasca beralihnya pengelolaan kepada yayasan baru yang menaungi Persid Jember. Pengurus Yayasan Wis Wayahe Bangkit, langsung tancap gas mempersiapkan tim kebanggaan warga Jember Persid.
Untuk membentuk tim pengurus mempercayakan kepada Riono Asnan yang dikontrak sebagai pelatih kepala. Pengurus dan pelatih kepala kemudian menggelar seleksi calon pemain Persid.
Ketua Yayasan Wis Wayahe Bangkit, Dr. Rezky Pratama mengatakan, seleksi digelar selama 3 hari sejak hari Minggu (27/6/2021) hingga hari Selasa kemarin (29/6/2021). Pada hari pertama seleksi Bupati Hendy Siswanto sebagai dewan penasehat yayasan mendatangi Jember Sport Garden melihat seleksi secara langsung.
”Pada hari pertama seleksi, Pak Bupati Hendy datang ke JSG untuk melihat seleksi,” kata Resky melalui telp.
Seleksi sengaja dilakukan 3 hari, alasannya dua hari pertama dikhususkan untuk calon pemain berasal dari lokal Jember. Sedangkan ketiga untu para pemain senior dari luar Jember. ”Hari Selasa kemarin seleksi untuk pemain dari luar Jember,” katanya.
Seleksi sangat diminati total ada 100 orang yang mengukuti seleksi, termasuk pemain luar yang ikut seleksi menurut pria berprofesi dokter itu, berasal dari berbagai daerah.”Ada pemain dari Blitar, Malang, dan pemain-pemain yang pernah ikut Liga 3 pada 2019 lalu,” jelasnya.
Sementara saat ditanya penilaian pelatih kepala terkait hasil seleksi, Rezky menyebutkan pelatih Riono Asnan sangat puas. Namun demikian pengurus sangat memberi keleluasaan pelatih untuk menentukan pemain yang akan direkrut.
”Coach (pelatih) Riono Asnan sangat puas dengan para calon pemain yang berasal dari Jember. Untuk penentuan pemain yang lolos seleksi hak prerogatif pelatih. (Namun) pengurus (hanya) bisa ikut menentukan 5 pemain senior saja,”tambahnya.
Lebih jauh saat ditanya apakah bupati sudah memiliki calon manajer yang akan mengawal Persid selama kompetisi, Rezky mengaku dirinya tidak tahu.”Kalau soal manajer ya itu di tangan bupati sebagai dewan penasehat, sepengetahuan saya bupati belum menentukan siapa manajernya,”katanya.
Tugas manajer sendiri menurut Rezky agak berat, selain mengelola tim juga harus ikut mencari pendanaan melalui sponsor. Tim Persid dipersiapkan secara profesional tanpa pendanaan dari APBD meskipun secara aturan karena Persid bermain di level liga 3 bisa menerima pendanaan dari APBD.
”Kita kan murni tidak pakai APBD, jadi manajer tugasnya tidak hanya mengatur tim tapi juga mencari sponsor. Kalau untuk pendanaan seleksi kita dari kocek pribadi masih, patungan,” katanya.
Launching Tim Persid sendiri akan digelar usai seleksi dan kongres Persid yang akan digelar pertengahan bulan Juli nanti. (rio/mzm)






