Pengaruh Teknologi Pembelajaran Daring Terhadap Kualitas Mahasiswa Perguruan Tinggi

PENDAHULUAN

Di tengah pandemi, e-learning penggunaan teknologi informasi untuk pembelajaran online dapat membantu memastikan bahwa akses siswa terhadap materi pelajaran dan pengembangan keterampilan mereka di berbagai bidang tetap berlanjut (Pakpahan, R. & Fitriani, Y. 2020).

Sebelum pandemi COVID-19 melanda, metode digital sudah digunakan. Adanya wabah COVID-19 menyebabkan aktivitas belajar yang biasanya dijalankan tatap muka jadi pembelajaran secara dalam jaringan. Berbagai intruksi dari pemerintah dikeluarkan untuk melaksanakan pembelajaran online ini, relavan dengan WHO, untuk menghentikan sementara acara yang mungkin menimbulkan kerumunan besar (Sudarsana. 2020).

Supaya mekanisme pembelajaran bisa terlaksana meskipun dalam suasana Covid, lembaga pendidikan telah menghadirkan solusi inovatif, seperti pembelajaran online, siswa dan guru dalam sistem pembelajaran online tidak bertemu langsung melainkan berkomunikasi melalui koneksi internet (Asmuni, A. 2020).

Tujuan teknologi informasi dalam pendidikan online adalah untuk mempermudah siswa bekerja sama dan menciptakan makna dalam suasana yang lebih intuitif. Misalnya dengan menawarkan serangkaian setting penyelesaian masalah yang aman, realistis, dan rumit. Hypermedia dan perangkat lunak pembuatan proyek adalah contoh bagaimana teknologi informasi dapat membuat suatu ruangan menjadi lebih nyaman (Agustian, N. & Salsabila, U. H. 2021). Untuk lebih memahami bagaimana sekolah-sekolah di Indonesia memasukkan teknologi ke dalam kurikulum mereka, penelitian ini menggunakan strategi metode campuran. Studi ini berupaya memberikan wawasan penting kepada pembuat kebijakan, pendidik, siswa, dan orang tua mengenai tingkat integrasi teknologi saat ini dengan menyampurkan pendekatan penghimpunan data kuantitatif dan kualitatif. Agar menjamin sampel yang representatif dari lembaga K-12, perguruan tinggi, pengajar, peserta didik, dan orang tua di seluruh Indonesia, penelitian ini menggunakan pendekatan multi-stage sampling.

PEMBAHASAN

Pengaruh teknologi daring

Pengajar yang kurang menugasai intenet sehingga pembelajaran tidak berjalan efektif, dan mahalnya biaya kuota jadi kendala tersendiri bagi pembelajar daring (Abroto et al. 2021).

Pendidikan di era digital memiliki prospek yang cerah di masa depan. Pendidikan siap untuk mengalami perubahan revolusioner lainnya sebagai hasil dari kemajuan teknologi digital yang berkelanjutan seperti etaverse, pembelajaran mesin, dan data besar (Baig et al. 2020).

Penting juga bagi lembaga pendidikan untuk memprioritaskan pengelolaan keuangan, kualitas layanan, dan sumber daya manusia saat mereka bertransisi ke era digital (Hidayat et al. 2022).

Dalam hal kompilasi, pengelolaan, manipulasi, dan pemrosesan data, teknologi informasi perpaduan antara teknologi komputer dan komunikasi, serta memperoleh data yang ditujukan untuk mendapatkan pengetahuan yang sesuai dan terpercaya, Pengajaran dan pembelajaran dapat dibuat lebih efisien dan sukses dengan penggunaan teknologi informasi. (Zulhendri et al. 2021).

Pengaruh positif dan negatif pembelajaran daring

Positif

Dengan adanya teknologi tentunya membuat pendidikan ini menjadi sangat mudah. Jika jarak fisik tidak lagi menjadi masalah, semua orang bisa belajar apa saja. Menemukan materi yang mudah dilakukan di rumah dan dapat diterapkan pada berbagai konteks sangatlah mudah bagi institusi pendidikan. Alat pendidikan interaktif adalah salah satu pendekatan untuk meningkatkan pendidikan melalui penggunaan teknologi di kelas, teknologi dapat menjadi alat berharga yang meningkatkan proses belajar dan mengajar (Destiana. 2019).

Negatif

Pembelajaran daring dapat membatasi interaksi sosial, hal ini dapat menyebabkan perasaan terisolasi, kesepian dan depresi, terutama bagi mahasiswa yang sudah terbiasa dengan metode tatap buka atau luring, serta Pendidik, siswa, dan orang tua juga menghadapi dampak langsung dari berbagai permasalahan antara lain penyaluran daya internet yang belum rata hingga ke daerah terpencil, belum amannya jaringan internet, dan mahalnya kuota internet. (Surahman, E. dkk. 2020).