Penerapan Pengarahan Informasi dan Edukasi Pada Pasien Asma

OPINI :Nadia Sabiya Latifah
OPINI :Nadia Sabiya Latifah

Nadia Sabiya Latifah, Farmasi, Universitas Muhammadiyah Malang

MEMOX.CO.ID – Komunikasi, informasi dan edukasi atau yang sering disingkat KIE adalah suatu program pengarahan atau bimbingan informasi kepada pasien dalam penggunaan obat yang benar. Tujuan dari KIE ini adalah menyampaikan informasi untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien dalam penggunaan obat. Penerapan KIE ini diberikan pada pasien geriatric (lanjut usia), pediatric (anak anak), pasien yang baru pulang dari rumah sakit dan pasien dengan penggunaan obat dalam jangka waktu lama. Pasien dengan penggunaan obat dalam jangka waktu lama itu seperti obat obat kardiovaskuler, diabetes, TBC, asma dan penyakit kronis lainnya.

Dalam pembahasan kali ini saya akan membahas obat untuk pasien yang menyandang penyakit asma. Asma adalah suatu penyakit berupa inflamasi (peradangan) kronis saluran napas biasanya penyakit ini ditandai dengan mengi, batuk, sesak napas dan rasa berat di dada. Penyakit ini bersifat fluktuatif (hilang timbul) artinya penyandang penyakit ini terkadang tidak merasakan gejala saat sedang beraktivitas. Tapi terkadang penyandang penyakit ini bisa merasakan gejala ringan sampai berat yang dapat menimbulkan kematian.

 Penyakit asma bisa disebabkan oleh faktor faktor seperti genetik atau faktor yang diturunkan dari keluarga atau bisa saja sensitif terhadap rangsangan dan alergi. Penyakit ini juga bisa disebabkan oleh faktor lingkungan, faktor ini biasanya disebabkan oleh udara yang kotor atau polusi. Kedua faktor tersebut bisa mengakibatkan penyakit ini makin parah. Itulah mengapa kita harus bisa mencegah atau melakukan tindakan yang bisa mengurangi atau menghindari faktor tersebut.

Untuk mencegah faktor tersebut bisa dengan menjaga kebersihan setiap hari seperti membersihkan debu dan bulu hewan peliharaan yang menempel pada barang. Kita juga bisa mencegahnya dengan cara berhenti merokok atau menghindari asap rokok. Kita bisa menggunakan masker saat sedang menggunakan kendaraan untuk menghindari polusi. Kita juga bisa melakukan latihan pernapasan dan relaksasi seperti menghirup udara segar di pagi hari. Dan yang terakhir, jika bertambah parah kita bisa meminum obat yang diresepkan oleh dokter.

Obat yang digunakan untuk penyakit ini biasanya aminofilin dan salbutamol, tapi biasanya dikombinasikan dengan obat alergi jika pasien tersebut mengalami atau memiliki riwayat alergi. Obat asma hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Obat yang diberikan bisa dalam bentuk tablet, sirup dan serbuk. Namun, dokter juga sering menyarankan untuk menggunakan alat agar obat tersebut bisa langsung masuk ke paru paru tanpa harus melewati alat pencernaan. Alat alat yang digunakan untuk pengobatan asma yaitu, inhaler, nebulizer dan diskus.

Ketiga alat tersebut memiliki fungsi yang sama. Namun, ketiga alat tersebut memiliki cara penggunaan yang berbeda. Cara menggunakan inhaler kocok 3-4 kali, lepas penutupnya, buang napas, letakkan di mulut, tekan dan hirup perlahan (tahan napas 10 detik sebelum menghembuskan). Nebulizer dapat mengubah zat aktif menjadi uap untuk dihirup. Cara penggunaannya pasang masker atau corong, hidupkan mesin dan bernapas normal selama 5-10 menit. Cara penggunaan diskus pegang diskus letakkan ibu jadi pada tuas dorong ke arah kanan sampai terdengar klik, tekan tuas untuk menyiapkan obat, hirup kuat dan dalam (tahan napas 5-10 detik). Itulah mengapa diperlukannya KIE pada pasien penyakit asma, agar mereka mengerti bagaimana cara penggunaan alat asma tersebut. (Nsf).