Pamekasan, Memox.co.id – Masyarakat Palengaan Proppo Bangkit (MP2B) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Pos Palengaan, Selasa (22/03/22). Aksi tersebut digelar karena bantuan pangan non tunai (BPNT) tidak sesuai petunjuk teknis (Juknis).
Pendistribusian BPNT di empat Desa, Kecamatan Palengaan, disinyalir tidak sesuai dengan juknis. Diantara empat desa tersebut ialah Desa Akkor, Banyupelle, Palengaan Daya dan Rombuh. MP2B melakukan aksi demonstrasi ke kantor PT Pos Kecamatan Palengaan untuk memastikan dugaan tersebut.
“Kami menduga ada penyaluran BPNT yang tidak sesuai juknis dari kementerian sosial (Kemensos). Sebelumnya kami sudah melaksanakan i’tikad baik dengan melakukan audensi ke Kantor Pos Kecamatan Palengaan. Namun jawabannya tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan,” kata Ketua MP2B Mansur.
Mansur juga menambahkan, aksi tersebut dilakukan, untuk meminta penjelasan terkait penyaluran BPNT diempat desa yang diduga tidak sesuai juknis. Praktiknya, KPM diminta untuk menyetorkan uang ke E-warung, ditambah adanya intervensi ke KPM.
“Maka dari itu, kami ingin meminta pertanggung jawaban PT Pos. Tim koordinasi (Tikor) BPNT/BSP dan TKSK kecamatan Palengaan, pinta Mansur
Kepala PT Pos Kecamatan Palengaan Muh Hafid dihadapan Massa menuturkan, pihaknya sudah menyalurkan BPNT sesuai dengan juknis. Berikut juga dokumentasinya. “Kami sudah menyalurkan BPNT sesuai dengan juknis. Bahkan kami sudah dokumentasi. Tugas kami hanya sebagai penyalur,” Kelit Hafid
Di tempat yang sama, Camat Kecamatan Palengaan Amiruddin menyampaikan, salah satu tugas tikor adalah mengkoordinasikan, dan menyelesaikan administrasi. Arahan itu sudah dilakukan pihak Kecamatan.
“Dan kami sudah mengarahkan kepada PT Pos terkait penyaluran. (Selebihnya,Red) kami tidak punya kewenangan ke area sana,” kata Amiruddin. (azm/srd)
