Penderita DBD di Situbondo Terus Meningkat

34
0
Petugas fogging saat melaksanakan tugas di rumah warga. (her/im)

Situbondo, Memox.co.id – Jumlah penderita DBD di Kabupaten Situbondo saat ini terus meningkat. Hingga pekan ke 2 bulan Maret, sebanyak 233 kasus dan meninggal dunia 3 orang. Sedangkan yang masih dirawat di Rumah Sakit dr Abdoer Rahem Situbondo sebanyak 14 orang, Minggu (28/3/2021).

Dwi Herman Susilo, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Situbondo. Heryawan SKM M.Si. saat melakukan fogging di Perumahan Bumiayu, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo Kota, Kabupaten Situbondo menjelaskan, fogging yang dilaksanakan oleh petugas Dinas Kesehatan berdasarkan atas permintaan warga.

“Ada 4 orang warga di Perumahan Bumiayu ini menderita DBD. Untuk itu, kami cepat melakukan fogging agar jentik nyamuk Aedes Aegypti tidak berkembangbiak. Dan yang paling terpenting masyarakat rajin menguras bak mandi, membersihkan lingkungan di sekitarnya, mengubur kaleng-kaleng bekas dan sejenisnya,” jelas Heryawan.

Untuk menghindari peningkatan penderita DBD di Situbondo, sambung Heryawan, masyarakat harus waspada dan melaporkan ke Dinas Kesehatan Situbondo jika ada kejadian DBD agar dilakukan fogging. “Tujuan fogging untuk mematikan jintik-jintik nyamuk demam berdarah,” tegasnya.

Jumlah kasus DBD sampai dengan bulan Maret, Minggu ke 2 tahun ini sebanyak 233 kasus dan meninggal dunia 3 orang. “Kita boleh fokus pada penanganan virus Corona, tapi jangan abaikan kasus DBD yang ada di hadapan kita semua. Untuk itu, masyarakat harus lebih waspada,” jelas Heryawan.

Lebih lanjut, Heryawan mengatakan, jumlah kasus DBD di Kabupaten Situbondo ini cenderung meningkat, salah satunya karena faktor cuaca di Situbondo ini cenderung beda dengan cuaca di daerah lainnya.

“Kalau di Situbondo sehari hujan, lalu beberapa hari kemudian panas. Hal ini bisa berpotensi berkembangnya jentik-jentik nyamuk demam berdarah,” kata pria yang pernah menjadi ketua tim pemulasaran jenasah Covid-19.

Menurut Heryawan, untuk menekan bertambahnya angka DBD di Kabupaten Situbondo, maka saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo terus melaksanakan program Gerakan Situbondo Bebas Jentik.

“Melalui seluruh Puskesmas di Kabupaten Situbondo, maka program Gesit Batik terus gencar dilakukan ke masyarakat di wilayahnya masing-masing. Dengan mensosialisasikan kembali gerakan 3 M Plus. Yakni Menutup, Menguras, dan Mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi genangan air atau tempat sarang nyamuk, maka diharapkan tidak ada peningkatan jumlah DBD,” terang Heryawan.

Yang dimaksud plus, kata Heryawan, masyarakat mau menggunakan lotion anti nyamuk, khususnya pada pagi hingga menjelang siang. Sementara fogging tetap dilakukan, pada daerah-daerah yang sudah ada kasus DBD. “Semoga kasus DBD di Kabupaten Situbondo bisa segera mereda,” pungkasnya. (her/im/mzm)