MEMOX.CO.ID – Tim gabungan Polres Malang berhasil melakukan proses evakuasi pendaki Gunung Semeru yang dilaporkan terperosok ke jurang sedalam sekitar 800 meter saat melintas melalui jalur ilegal Purbakala, Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Sabtu (06/06/26)
Tim gabungan berhasil menyelamatkan seluruh korban setelah operasi pencarian dan evakuasi yang berlangsung selama beberapa hari.
Korban diketahui bernama Ananda Cakra Bhirawa Krisna Murti Setiawan (18), yang melakukan pendakian bersama dua rekannya melalui jalur Purbakala pada Sabtu (30/5/2026). Jalur tersebut diketahui bukan jalur resmi pendakian menuju Gunung Semeru.
Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran, ketiga pendaki berangkat tanpa didampingi pemandu dan tetap melanjutkan perjalanan meski telah mendapat peringatan dari penjaga kawasan untuk tidak menggunakan jalur tersebut.
“Korban bersama dua rekannya diketahui melakukan pendakian melalui jalur Purbakala yang merupakan jalur tidak resmi. Sebelum berangkat mereka sudah diingatkan terkait medan yang sulit dan berbahaya, namun tetap melanjutkan perjalanan,” ujar AKP Bambang, Sabtu (6/6/2026).
Peristiwa itu mulai diketahui keluarga setelah korban tidak dapat dihubungi. Pada Senin (1/6/2026), keluarga mendapat informasi dari salah satu rekan korban bahwa Ananda terjatuh ke jurang saat pendakian. Korban sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sebelum akhirnya komunikasi terputus.
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Ampelgading, Basarnas, PMI, relawan kebencanaan, Sibat, serta unsur kesehatan langsung melakukan pencarian di lokasi yang berada di kawasan lereng Semeru.
AKP Bambang menjelaskan medan yang dihadapi tim sangat berat karena lokasi korban berada di area jurang curam dengan akses terbatas.
“Proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena kondisi medan sangat ekstrem. Tim harus berjalan berjam-jam untuk mencapai lokasi korban dan menggunakan sistem tali untuk proses pengangkatan dari dasar jurang,” jelasnya.
Dalam operasi tersebut, dua pendaki berhasil dievakuasi lebih dahulu dalam kondisi selamat dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Sementara satu korban lainnya yang mengalami cedera patah kaki harus menjalani proses evakuasi lanjutan karena membutuhkan penanganan khusus. ( fik/hms)






