MEMOX.CO.ID – Pendaftar haji di Kabupaten Malang tidak surut walaupun ada kenaikan beaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Dari Januari sampai dengan 7 Desember 2023 saja, sebanyak 2.365 orang sudah mendaftarkan diri. Secara keseluruhan ada lebih dari 55 ribu warga Kabupaten Malang masuk daftar tunggu untuk melaksanakan ibadah haji di tanah suci Makkah.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang Abdul Salam mengatakan, walaupun terdengar kabar pembiayaan haji mengalami kenaikan, namun antusias pendaftar tidak pernah surut. Mereka harus rela mengantre hingga 36 tahun lamanya untuk bisa menunaikan rukun Islam yang kelima.
Dari Januari sampai dengan 7 Desember 2023 saja, sebanyak 2.365 orang sudah mendaftarkan diri. Rinciannya, 1.106 orang CJH merupakan jamaah laki-laki, dan 1.259 jamaah perempuan.
“Hingga menjelang akhir tahun 2023, sebanyak 55.938 calon jamaah haji (CJH) sudah masuk daftar tunggu,” katanya.
Dari jumlah itu, sebanyak 7.295 calon jemaah tergolong lanjut usia (Lansia).
Sebagai informasi, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445 H/2024 naik menjadi sebesar Rp 93,4 juta per jamaah. Tarif ini naik dari BPIH 2023 yang sebesar Rp 90,05 juta.
“Yang mempengaruhi lamanya waktu tunggu keberangkatan sebenarnya adalah jumlah pendaftar dan kuota tiap provinsi atau kota/kabupaten. Semakin banyak pendaftar, maka akan semakin lama waktu tunggunya,” katanya.
Sebagai informasi, pada tahun 2024 nanti, kuota haji untuk Kabupaten Malang dari data sementara terverifikasi sebanyak 1.744 orang.
“Yakni terdiri dari 127 orang porsi lansia dan sisanya reguler, sesuai urutan porsi,” katanya.
Menurut Salam, secara nasional kuota yang diberikan Pemerintah Arab Saudi sebanyak 221.000, terdiri dari haji reguler 303.320 dan 17.680 kuota haji khusus.
“Kuota haji reguler terbagi kuota jemaah haji reguler tahun berjalan 190.897, prioritas lanjut usia 10.166 orang, dan 685 kuota pembimbing dari unsur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) serta petugas haji daerah (PHD) 1.572. Dan Arab Saudi juga sudah memberikan tambahan 20.000 jamaah untuk Indonesia,” pungkas Salam. (nif)
