Pasuruan, Memox.co.id – Akibat wabah Covid-19 yang berdampak yang luar biasa hingga menyebabkan anak kehilangan orang tuanya, kini pemerintah kabupaten Pasuruan memfasilitasi pendidikan ke-16 anak terdampak pandemic. Pemberian Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Pasuruan, Mujib Imron. Bantuan diserahterimakan di Gedung Segoropuro selepas pelaksanaan pengajian rutin Khotmil Qur’an, Kamis (9/9/2021) pagi.
Ke 16 anak tersebut menjadi yatim karena orangtuanya wafat akibat Covid-19. Mereka berasal dari beberapa wilayah di antara lain, dari Kecamatan Pandaan, Beji, Rejoso, mereka datang kependopo dengan prokes.
Wabup Mujib Imron secara simbolis memberikan JPS yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur tahun 2021. “Hari ini Pemkab Pasuruan memberikan santunan untuk 16 anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya, wafat karena Covid. Jika anak-anak tadi mau mondok, bisa dikoordinasikan. Mohon bisa dikomunikasikan Kepala Dinas Pendidikan,” jelas Wabup.
Diketahui, terhitung sampai tanggal 6 Agustus 2021, sedikitnya ada 77 Kepala Keluarga di Kabupaten Pasuruan yang meninggal dunia disebabkan virus Corona, sehingga mengakibatkan putra-putrinya menjadi yatim piatu.
Bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), Pemerintah Kabupaten Pasuruan menawarkan pengasuhan alternatif kepada mereka yang terdampak. Di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) milik Pemprov Jatim yang ada di Kabupaten Pasuruan, anak-anak dirawat dan dipenuhi seluruh kebutuhan dasarnya.
Disisi lain, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Suwito Ady mengatakan, pemberian bantuan itu sebagai bentuk perhatian dari pemerintah agar mereka tidak sampai terlantar. Pemberian pemenuhan kebutuhan dasar yakni pembiayaan pendidikan sampai lulus sekolah menengah atas.
“Pengasuhan alternatif sangat diperlukan, akan tetapi perlunya penawaran kepada keluarganya si anak yang bersangkutan,” tandasnya. (rif/mzm)






