Jember, Memox.co.id – Setelah menelan banyak korban, Pemkab Jember bergerak untuk menambal lubang-lubang dijalan. Kondisi jalanan di Jember sendiri telah lama berlubang seolah tidak diperhatikan oleh pemerintah. Akibatnya, warga bersama kepolisian dan relawan akhirnya bergotong secara sukarela memperbaiki infrastruktur jalan di daerah masing-masing.
Pasca Bupati Hendy dilantik oleh Gubernur Jawa Timur pada bulan Februari 2021 lalu, Pemkab Jember langsung memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan dengan APBD 2021. “Data yang dihimpun Satlantas dan Dinas Perhubungan, ada 20 orang meninggal dalam kecelakaan akibat jalan berlubang,” ujar Hendy Siswanto dalam talkshow Prioritas Kerja Setelah Pengesahan APBD Jember pada salah satu stasiun radio, Selasa (13/4/2021) lalu.
Menurut Hendy, dalam kondisi pandemi Covid-19, presiden meminta pemerintah daerah fokus pada pembangunan. Selain prioritas program utama yakni bidang pendidikan, pertanian dan kesehatan terkait upaya penanggulangan Covid-19, Pemkab Jember berupaya memaksimalkan perbaikan infrastuktur jalan.
“Apalagi perbaikan infrastruktur jalan juga sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Kami akan bekerja keras memperbaiki layanan kepada masyarakat, wis wayahe mbenahi Jember,” jelas Hendy.
Terpisah, Plt. Kepala Dinas PU Bina Marga Jember, Rahman Anda menjelaskan penambalan dilakukan sejak, Senin (12/4) kemarin. “Senin kemarin, ada 10 titik penambalan. Penambalan terus dilakukan sampai menjelang lebaran nanti. Jalan yang kami perioritaskan untuk ditambal adalah lubang jalan yang memiliki kedalaman minimal 3 cm lebih,” ujar Rahman Anda.
Sedangkan untuk pembangunan secara menyeluruh akan dilakukan dalam kurun waktu 10 bulan diawali pada tahun ini hingga awal semester tahun depan. Target Pemkab Jember lebih dari 1000 km jalan rusak terselesaikan dengan penganggaran sistem tahun jamak atau multiyears.
Dalam APBD yang telah disetujui oleh DPRD Jember, Pemkab Jember menganggarkan kurang lebih Rp 665 Milliar. Skema proyek multiyears ini sempat memantik polemik bahkan fraksi PDIP tidak mau menandatangani persetujuan multiyears meskipun tetap setuju dengan APBD yang diajukan Bupati dan Tim anggaran Pemkab Jember. (vin/mzm)






