Bondowoso, Memox.co.id – Untuk meningkatkan kualitas PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) pertanian, Pemkab Bondowoso melakukan kerjasama dengan BBPP (Balai Besar Pelatihan Peternakan) Batu. Sebagai motivator sukses pertanian, SDM PPL perlu di upgrade.
Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin mengatakan, kemampuan petugas dalam menjalankan tugasnya tergantung SDM (Sumber Daya Manusia). Dan untuk menjadikan SDM berkualitas harus melalui pendidikan atau pelatihan.
- Baca juga: Tahun Depan Insentif Guru Ngaji Naik
“Bahkan dalam era modern ini, PPL pertanian juga harus mampu dalam bidang tehnologi. Sukses pertanian, bukan hanya tanggungjawab Pemerintrah Pusat dan Provinsi, tapi juga tanggung jawab Pemkab,” jelasnya.
Ditambahkan, PPL merupakan bagian terpenting untuk memajukan sektor pertanian. Jika SDM PPL baik dan petani mengamalkan ilmu pertanian yang diberikan, insyaallah produk pertanian akan sukses.
PPL, kata Kyai Salwa, sapaan Bupati Bondowoso, harus mempunyai kemampuan dan semangat ekstra dalam bidang pertanian. Bukan hanya menguasai tata kelola pertanian, tapi PPL harus peka tentang pasar, akses modal, dan distribusi.
Kyai Salwa memberikan apresiasi pada Plt Kepala Dinas Pertanian yang telah berinovasi melakukan kerjasam dengan BBPP Batu melalui kegiatan Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Ahli sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas penyuluh.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, eksistensi PPL penting dikuatkan di seluruh daerah. Karena terkait dengan Ketahanan Pangan.
Dalam kegiatan pelatihan ini, BBPP Batu menurunkan 4 pakar dibidangnya. Yaitu Ir. Tri Handayani, M.Agr, Karel Daniel Isak Sir, SP, M.Agr. Pararto Wicaksono SP, M.Si, dan Eko Fendi Baskoro, SST, M.Si.
Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli dimulai sejak 26 April – 10 Mei 2021 yang diikuti sebanyak 21 orang penyuluh dari 7 BPP. BPP Sumberwringin, BPP Congkrong, BPP Mas kuning, BPP Pakem, BPP Besuk, BPP Gunung anyar dan BPP Tangsil. (sam/mzm)
