Indeks

Pemkab Bondowoso Gelar Pengobatan Massal, Targetkan 600 Ekor Ternak Selesai 2025

Pemkab Bondowoso Gelar Pengobatan Massal, Targetkan 600 Ekor Ternak Selesai 2025
Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, didampingi Kepala Disnakkan Bondowoso, Herdri Widotono saat melakukan peninjauan pengobatan massal pada hewan ternak. (foto:Arif/memox)

MEMOX.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) menggelar kegiatan pelayanan pengobatan massal ternak dan pemeriksaan aset Balai Benih Induk (BBI) di Desa Sumber Wringin Kecamatan Sumber Wringin, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan pelayanan pengobatan massal ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Bondowoso dalam meningkatkan kesehatan hewan, produktivitas ternak, serta meminimalkan risiko penyakit melalui deteksi dan penanganan dini.

Selain pelayanan kesehatan hewan, tim juga melakukan pemeriksaan aset Balai Benih Induk (BBI) untuk memastikan sarana produksi benih ternak tetap berfungsi optimal dan mendukung penyediaan bibit unggul bagi masyarakat.

Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, menyampaikan bahwa sektor peternakan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari ancaman penyakit hewan, fluktuasi harga pakan, hingga kebutuhan peningkatan kualitas bibit.

Oleh karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat peran Disnakkan tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai pendamping dan mitra strategis bagi peternak.

“Program pelayanan langsung seperti ini sangat penting, terutama bagi wilayah dengan akses geografis yang cukup menantang. Pemerintah berkomitmen memperkuat layanan kesehatan hewan, peningkatan kualitas pakan, pembinaan kelompok ternak, hingga penguatan kemitraan usaha,” ujarnya.

Dia juga mengajak para peternak untuk memanfaatkan momentum ini secara maksimal dan menyampaikan kebutuhan maupun kendala yang mereka hadapi dalam usaha peternakan. Ia berharap sektor peternakan ke depan semakin berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemkab Bondowoso menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk dokter hewan, paramedik veteriner, penyuluh peternakan, serta kelompok ternak di wilayah Sumber Wringin. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memperkuat tata kelola aset peternakan daerah.

“Kita optimistis Bondowoso dapat memperkuat posisinya sebagai daerah penghasil ternak yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso, Herdri Widotono, menyampaikan langkah strategis pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam memulihkan sektor peternakan pasca terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menyebabkan penurunan signifikan pada populasi ternak.

“Musibah PMK kemarin membuat banyak peternak kita terpukul. Ada yang kehilangan semangat, bahkan ada yang memilih menyuntik mati ternaknya karena tidak sanggup menanggung dampaknya,” katanya.

Hendri menjelaskan bahwa pemerintah daerah memberikan suntikan dana, pendampingan teknis, serta arahan untuk meningkatkan kualitas ternak. Program pemulihan dan peningkatan kapasitas ini bergerak cepat dan menjangkau lebih dari 100 peternak, dengan target 600 ekor ternak yang harus diselesaikan sebelum akhir tahun.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada satu wilayah, tetapi dilaksanakan di enam lokasi berbeda di Kabupaten Bondowoso untuk tahun 2025, agar intervensi dapat dirasakan lebih merata dan efektif.

“Di sinilah pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan penuh, agar para peternak kembali bangkit dan termotivasi.” pungkasnya.(rif/syn)

Exit mobile version