Indeks

Pemilihan Ketua Askab PSSI Jember Memanas, Kubu Ardi Ajukan Gugatan ke Komisi Banding

Pemilihan Ketua Askab PSSI Jember Memanas, Kubu Ardi Lapor Komisi Banding Tuding Ada Kecurangan
Bakal Calon Ketua Askab PSSI Jember, Ardi Pujo Prabowo.

Jember, Memox.co.id – Proses pra pemilihan Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Jember berjalan memanas, pasca muncul adanya surat gugatan kepada komisi banding yang dikirimkan oleh Ardi Pujo Prabowo, salah satu bakal calon.

Ardi menengarai adanya kecurangan saat proses pendaftaran dan verifikasi calon ketua, yang disinyalir dilakukan bakal calon yang lain Tri Sandy Apriana.

Bakal Calon Ketua Askab PSSI Jember, Ardi Pujo Prabowo mengatakan, surat yang dilayangkan kepada komisi banding merupakan bagian dari upaya untuk memprotes keputusan komite pemilihan yang meloloskan bakal calon ketua yang tidak sesuai statuta PSSI.

“Sudah kami layangkan surat ke Komisi Banding satu hari setelah adanya verifikasi calon ketua kemarin, hal ini karenanya ada bakal calon yang syaratnya tidak sesuai statuta,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (3/4/2021).

Karena ketua Askab harus memiliki riwayat berkecimpung dipersepakbolaan selama 5 tahun. “Kami sudah punya data lengkap bahwa yang bersangkutan dalam hal ini Tri Sandy (bakal calon ketua) tidak pernah berkecimpung dipersepakbolaan. Ini namanya kebohongan publik dan sudah dimanipulasi data nya ini perlu kita sampaikan,” imbuhnya.

Mantan pemain Persedikab ini mengatakan, dukungan yang diberikan kepada bakal calon ketua itu sangat dipaksakan. “Agar menantu Bupati Jember bisa jadi ketua. Kita juga akan memberikan informasi ini juga kepada para voters agar sepak bola kita bisa lebih fair,” tutupnya.

Sementara itu Tri Sandi Apriana saat dikonfirmasi terpisah mengaku tidak begitu menghiraukan munculnya surat banding dari bakal calon yang lain. Namun, Sandi mengaku heran kenapa surat banding tersebut muncul disaat tiga bakal calon telah lolos dari verifikasi.

”Kalau ada calon tidak lolos (verifikasi) atau merasa dikecewakan, (untuk mencari penyebab) dirinya tidak lolos bisa melakukan banding,” katanya.

Tri Sandi Apriana.

Sandi sendiri secara tegas mengatakan dirinya telah memenuhi segala persyaratan yang ditetapkan oleh panitia kongres.Terkait tuduhan akal-akal kepengurusannya di klub Garempunk mantan presenter berita televisi ini mengatakan tuduhan itu tidak berdasar.

”Saya itu malah delapan tahun berkecimpung di bola. Sejak SMP saya PSGM kemudian menjadi pengurus biasa itu ya di PSGM juga habis itu jadi pembina juga di PS Garempunk sama Pak Tik (Ketua Askab saat ini),” jelasnya.

Saat ditanya apa kira-kira motif rivalnya melaporkan dirinya ke komisi banding, menantu Bupati Jember mengaku tidak tahu. ”Takut kalah mungkin,” katanya sembari tertawa.

Soal dukungan dari klub pemilik hak suara, legilator dari Partai Demokrat ini mengatakan dirinya sudah mendapatkan 47 voter.

Ketua Panitia kongres Bambang Siswanto saat dikonfirmasi terkait surat banding yang dikirimkan Ardi Pujo Prabowo mengatakan saat ini dalam proses. “Masih dalam proses mas,” katanya melalui pesan WA. (vin/mzm)

Exit mobile version