Manajemen pemberian pakan pada dasarnya dibagi atas dua point feed dan ad libitum, point feed adalah pemberian pakan secara terbatas yang bertujuan untuk mencegah ayam terlalu kurus atau gemuk. Kondisi didalam kandang dapat mempengruhi konsumsi air ketika kondisi didalam kandang terlalu panas ayam cenderung banyak minum agar tidak kekurangan cairan. Pemberian minum secara adlibitum dapat mencegah ayam kekurangan cairan (dehidrasi). Tempat makan dan minum pada pemeliharaan ayam disesuaikan dengan periode pemeliharaannya.
Proses pemanenan yaitu meliputi pengambilan telur di kandang dan diletakkan pada egg tray, selanjutnya telur akan dipisahkan berdasarkan kondisi telur (telur retak, telur normal, telur tanpa kerabang), warna (cream, normal) dan ukuran telur .
Beberapa jenis telur yang tidak normal yang ditemukan di peternakan ini diantaranya telur tanpa kerabang, telur jumbo dan telur sangat mini.Bahwa kualitas telur dinilai dair cangkang telur, mulai dari keutuhan dan keretakan telur. Selanjutnya telur yang telah dipanen akan diambil menggunakan mobil dan dibawa ke gudang telur, pada gudang telur akan dilakukan penimbangan dan perhitungan telur kembali, telur yang telah ditimbang dan diseleksi akan dimasukan dalam peti telur atau egg tray untuk dikirmkan sesuai pesanan. Bahwa telur yang telah dipanen sebaiknya segera didistibusikan agar tidak mengalami penyimpanan terlalu lama dan penurunan kualitas.
Ayam sering bertelur pada waktu 07.30 – 11.30 sehingga waktu pengambilan telur dapat dilakukan dua- tiga kali sebelum setengah hari dan dapat melakukan pengambilan telur satu kali pada saat lewat setengah hari. Pengambilan telur lebih mudah dilakukan dengan menggunakan egg tray dan mempermudah saat seleksi telur dan perhitungan telur. Pengambilan telur dalam satu hari dapat dilakukan 2-3 kali pengambilan untuk menghindari telur dipatuk ayam itu sendiri dan menghindari telur terinjak oleh ayam. Frekuensi pengambilan telur didalam kandang dapat dilakukan 4 kali pengambilan.
Pemanenan telur dilakukan dengan mengumpulkan telur dari kandang. Pengumpulan telur dari kandang sebaiknya dilakukan minimal dua kali sehari. Pengambilan telur yang terlalu lama frekuensinya kecil akan berdampak buruk pada mutu telur. Telur yang dikumpulkan sebaiknya ditempatkan pada rak berongga sehingga telur dapat disimpan dengan baik dan sirkulasi udaraakan lancar di sela-sela telur. Pemanenan merupakan alur terakhir yang menghasilkan produk. Produk yang dihasilkan akan dipasarkan dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Pemasaran adalah suatu kegiatan dalam penyaluran produk dari produsen ke konsumen.
Keberhasilan suatu peternakan sangat ditentukan beberapa faktor yakni breeding, feeding dan management. Management merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam suatu usaha terutama dalam manajemen perkandangan. Kandang merupakan suatu bangunan yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi ternak. Kandang menjadi hal yang sangat penting karena kenyamanan kandang akan mempengaruhi produktifitas unggas tersebut. Kandang berfungsi antara lain untuk berlindung ternak dari panas dan hujan, dan mempermudah tatalaksana dan untuk melindungi bahaya dari predator. Suhu dan kelembaban udara sangat berpengaruh terhadap produktifitas, karena suhu dan kelembaban menentukan tingkat kenyamanan bagi ayam.
Faktor manajemen itu sendiri sangat ditentukan oleh manajemen perkandangan. Pada pemeliharaan secara intensif, kandang mempunyai peranan penting sebagai penentu keberhasilan usaha peternakan ayam broiler. Kandang ayam petelur berdasarkan tipe dinding (ventilasi) dapat dibedakan menjadi kandang tertutup (closed house) dan kandang terbuka (opened house). Kandang tertutup pada pemeliharaan ayam merupakan salah satu upaya untuk mencapai lingkungan nyaman, udara sehat, dan minim kondisi stress. Kandang tertutup, dindingnya tertutup dan biasanya terbuat dari bahan permanen dengan penggunaan teknologi tinggi sehingga mempunyai ventilasi baik yang mampu mengurangi dampak dari tingginya kelembaban udara. Kandang terbuka merupakan kandang yang dindingnya terbuka biasanya terbuat dari kayu atau bambo. Kandang termasuk peralatannya merupakan salah satu sarana fundamental yang secara langsung terut serta menentukan suskses tidaknya suatu usaha peternakan. Kondisi kandang harus diperhatikan dengan baik yang memacu pada prinsip ideal yang senantiasa memberi perhatian pada temperatur lingkungan, kelembaban udara dan sirkulasi atau pertukaran udara. (*)
