MEMOX.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Malang bekerja sama dengan AEPW (alliance to end plastic waste) melakukan Kick Off Peluncuran tahap pertama program bersih Indonesia eliminasi sampah plastik di Kabupaten Malang.
Program yang diluncurkan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (11/1/2024) ini, akan memberikan manfaat bagi satu juta penduduk dengan layanan pengolahan sampah yang lebih unggul.
Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto berharap, hal ini bisa mengurangi jumlah sampah plastik yang mencapai 200 ton dalam sehari di Kabupaten Malang.
“Pemerintah Daerah (Pemda) menyambut dengan luar biasa pemilahan antara sampah plastik dengan sampah non plastik,” katanya.
Sampah yang dipilah dan didaur ulang, tentu sebagai potensi sumber pendapatan baru yang dapat digunakan untuk kelanjutan operasi dan potensi perluasan sistem.
Dalam kesempatan yang sama Didik menambahkan, hari ini, wilayah yang dijadikan basis peluncuran tahap pertama program bersih Indonesia eliminasi sampah plastik di Kabupaten Malang, berada di Paras Kecamatan Poncokusumo.
“Di sana akan dilakukan proses pembangunan infrastrukturnya. Sehingga, sampah plastik yang hari ini sudah terpisah dari rumah, bisa di bawah ke Paras,” katanya.
Vice Presiden Projects AEPW Nicholas Kolesch mengatakan, dimungkinkan, pembangunan itu akan dilaksanakan pertengahan 2024 pada bulan Mei. Saat dikatakan ini masih proses tender.
“Antara bulan Mei atau Juni tahun ini. Saat ini masih proses tender,” katanya.
Dirinya berharap, tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) tersebut bisa menampung 120 ton dalam sehari pada percobaan awal. Kemudian bisa dikembangkan sampai mencapai 150 ton.
“Untuk menyerap berapa pekerja dalam proses pembangunan ini, kita pastinya menggunakan tenaga lokal, tapi angka pastinya tidak tahu,” pungkasnya. (nif/man)
