MEMOX.CO.ID – Perbaikan infrastruktur terus dilakukan di Kabupaten Malang. Selain jalan, infrastruktur drainase juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Pagu anggaran yang disediakan untuk tahun ini sebesar Rp 17 miliar. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma.
Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, itu lantaran masih terdapat beberapa jalan utama yang masih sering ada genangan saat hujan deras. Seperti jalan utama di Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon, Pakis, Tirtoyudo, dan Sumbermanjing Wetan. Maka dengan demikian, dari anggaran itu, ada beberapa yang sudah diselesaikan.
“Sebagai contoh di Desa Panggungrejo, saat ini, kalau hujan deras, genangan airnya lebih cepat surut karena terbuang ke Sungai Metro,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Selain itu, ada juga di salah satu titik di Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan yang sebelumnya menjadi langganan banjir. Saat ini jalan tersebut sudah bebas dari banjir setelah diperbaiki.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pagu itu nantinya akan menyerap untuk 75 penanganan drainase yang tersebar di 33 kecamatan. Pembangunan drainase tersebut sebagai bentuk rencana penanganan jangka pendek. Sedangkan, sebagai upaya jangka panjang, pihaknya akan menambah sistem drainase yang lebih efektif dan efisien.
Selain itu, pihaknya juga akan mengupayakan pengembangan sistem pengelolaan air hujan dan penanaman vegetasi atau penghijauan. Penanaman vegetasi atau penghijauan dapat menambah resapan air. Sehingga, air hujan dapat langsung meresap ke tanah tanpa melimpas ke permukaan.
“Sistem pengelolaan air hujan dapat berbentuk berbagai macam. Misalnya sumur resapan, biopori, dan kolam retensi,” katanya.
Sehingga, diharapkan meningkatkan peresapan air ke dalam tanah, mengurangi genangan air, dan mencegah banjir. “Nanti yang akan kami lakukan juga meningkatkan koordinasi antar instansi dan stakeholder, melakukan pemantauan dan evaluasi rutin, mengoptimalkan penggunaan teknologi dan inovasi, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam merawat drainase di lingkungannya,” pungkasnya. (nif/syn)
