Pamekasan, Memox.co.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pamekasan belum juga maksimal. Terhitung sejak 1 November pendapatan itu 87 persen dari target di tahun 2022 sebesar Rp3,6 miliar.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pamekasan Basri Yulianto menegaskan agar para bawahannya untuk dapat bekerja lebih keras lagi agar mencapai target, baik melalui kabid dan Kasi yang menangani retribusi. Pihaknya selalu mewanti-wanti untuk tetap semangat dan tidak kendor di lapangan.
“Sisa yang bulan Desember jika kenaikannya rata-rata 11 persen maka benar prediksi saya, bisa sampe ke 120 persen atau sampe ke 122 persen, tetapi karena per November itu sudah di naikkan, kita melorot ke 87 persen tapi masih ada satu bulan dan mudah-mudahan kita 100 persen. Total secara keseluruhan saat ini masih kurang 600 juta atau 13 persen,” ungkapnya.
Adapun PAD yang digali melalui Dishub diantaranya retribusi jasa umum parker, pengujian kendaraan bermotor, retribusi terminal maupun ijin trayek.
Diketahui, sejak 1 November Badan Keuangan Daerah (BKD) target PAD dinaikkan secara otomatis dari sebelumnya. Di sisa 2 bulan yang akan berakhir, jika tidak dinaikkan maka mencapai 120 persen. Namun, bulan November dan Desember itu langsung dinaikkan. Targetnya oleh BKD menjadi Rp. 4,616,077,000, jadi dalam 2 bulan naiknya hampir 1 miliar.
“Jika tidak ada perubahan sudah mencapai 99 persen atau Rp3,604,477,000. Karena rutin setiap akhir bulan ada rapat evaluasi PAD proyeksi sampai akhir bulan Desember kami memprediksikan capaian 120 persen,” tandasnya, Jumat (09/12/22). (udi/ono)






