Situbondo, Memox.co.id – Dalam menanggapi dan merespon sebuah berita soal kedatangan para petani Kecamatan Kendit ke kantor DPRD tanpa ada pemberitahuan atau ijin kepada Ketua Umum Asosiasi LMDH pada, Jumat (9/4/2021).
Junaedi yang kerap dipanggil bos cilik langsung angkat bicara. Saat ditemui di rumah Ketua Umum LMDH, Drs.H. Hadi Wiyono, Junaedi meluruskan bahwa apa yang ditulis atau diberitakan di media cetak lokal itu tidak lah benar. “Hal itu tidak benar apa yang tertulis di media koran,” ujarnya didampingi Drs. H.Hadi Wiyono.
Dan sejurus kemudian, lalu Hadi Wiyono mencoba menelpon salah satu orang petani yang ikut rombongan kehadiran para petani ke kantor DPRD. Ketika diwawancarai via telpon seluler, petani bernama Pak Nurul itu bercerita tentang kronologi kehadiran para petani.
“Awalnya mereka akan mengadakan pertemuan di rumah pak Bura’i seorang pesanggem di Klatakan, namun sebelum sampai ke sana kok tiba-tiba berubah rencana yang akhirnya sampai di kantor DPRD, dan sepulang dari kantor DPRD, mereka melanjutkan pertemuan di rumah Bura’i dan di sanalah ada sekitar lima orang yang ikut tanda tangan pengunduran diri mereka dari kelompok kami, tapi saya tidak ikut tanda tangan,” papar pak Nurul di seberang telpon, Minggu, (11/4/2021).
Sementara itu menurut Junaedi, Mat Rosy sudah benar – benar mengundurkan diri dari Alam Tani. “Dia sudah mendirikan institusi lain, ya syukur lah kalo memang demikian, mungkin dia tidak paham tentang apa itu porang. Dan suatu saat saya pasti mengumpulkan para wartawan untuk memberikan pemahaman tentang porang,” ujar Bos Cilik.
Junaedi menambahkan, orang yang menjadi Ketua P3Si itu bukan hanya bergerak dibidang porang, bukan hanya petani yang menanam porang saja tapi pebisnis yang bisa membeli hasil panen porang semua petani porang di Situbondo.
“Ketua P3Si sudah mempunyai MoU dengan pabrik APK, bahkan pada hari senin besuk Asosiasi Alam Tani Situbondo yang diketuai oleh Hadi Wiyono akan didampingi Ketua P3Si yang sudah terlebih dahulu melakukan MoU dengan pabrik APK, jadi hasil panen Alam Tani akan diserap ( dibeli ) oleh pabrik APK,” tegasnya.
Lebih lanjut Bos Cilik menambahkan, P3Si bersama Asosiasi Alam Tani juga siap akan membimbing petani dan masyarakat Situbondo yang sebelumnya masih belum kenal porang, karena 90% petani Situbondo belum mengenal porang. “Ini semua dilakukan demi untuk kesejahteraan bersama para petani porang,” pungkasnya. (her/mzm)
