Hukum  

Mohamad Zenurianto, Calon Direktur Nomor 4  Siap Wujudkan Polinema Unggul, Humanis, dan Sejahtera

Mohamad Zenurianto, Calon Direktur Nomor 4  Siap Wujudkan Polinema Unggul, Humanis, dan Sejahtera
Mohamad Zenurianto, Dipl.Ing. HTL., M.Sc. (foto:ist)

Menghadirkan Kepemimpinan Kolaboratif dan Visioner

Dalam setiap paparannya, Zenurianto selalu menekankan pentingnya *kepemimpinan yang melayani*, bukan memerintah. Ia menyebut pendekatannya sebagai kolaboratif, di mana semua kebijakan akan lahir dari dialog, kajian, dan aspirasi yang dihimpun dari bawah.

“Saya percaya bahwa pemimpin sejati adalah yang mampu mendengar, memfasilitasi, dan memberdayakan,” tuturnya.

Dengan pengalaman akademik dan profesional di dalam dan luar negeri, Zenurianto diyakini banyak pihak memiliki bekal kuat untuk membawa Polinema ke arah yang lebih unggul dan relevan secara global.

Dukungan dari Sivitas dan Alumni

Pencalonan Zenurianto mendapat sambutan hangat dari sejumlah kalangan, terutama alumni Polinema. Banyak yang melihat kehadiran sosok alumni sebagai calon direktur sebagai peluang besar untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan dan loyalitas terhadap almamater.

“Sosok Pak Zen itu mewakili kita semua. Beliau lahir dari kampus ini, mengerti budaya Polinema, dan punya visi global. Itu kombinasi yang sangat jarang,” ungkap salah satu alumni angkatan 2005.

Dalam kontestasi pemilihan Direktur Polinema, sosok *Mohamad Zenurianto, Dipl.Ing. HTL., M.Sc.* tampil sebagai representasi dari visi modernisasi yang tetap berakar pada nilai-nilai luhur pendidikan vokasi Indonesia. Dengan mengusung visi “Polinema Unggul, Humanis, dan Sejahtera”, ia bukan hanya menyuarakan mimpi, tetapi juga menawarkan langkah konkret untuk mencapainya.

Kini, pilihan ada di tangan para pemangku suara. Akankah Polinema memilih seorang alumni yang kembali pulang membawa visi besar untuk rumahnya sendiri?