Misteri Hilangnya Feni Ere: Perilaku Aneh Sebelum Ditemukan Tinggal Kerangka

Ft : Feni Ere yang mayatnya ditemukan sisa kerangka di Palopo sempat dilaporkan hilang setahun lalu. (ist.)
Ft : Feni Ere yang mayatnya ditemukan sisa kerangka di Palopo sempat dilaporkan hilang setahun lalu. (ist.)

MEMOX.CO.ID – Feni Ere (28), seorang wanita asal Palopo, Sulawesi Selatan. Setahun lalu, tepatnya pada 25 Januari 2024 ia dinyatakan menghilang.setahun telah menghilang pada 5 Februari 2025 Jasadnya yang tinggal kerangka ditemukan di Palopo. sebelumnya Feni menunjukkan perilaku aneh sebelum hilang. Karena teman-temannya menyadari perubahan sikapnya yang tidak biasa. kejanggalan itu terjadi ketika ia menolak pulang, meminta ditemani, dan tiba-tiba menyukai durian, padahal sebelumnya tidak pernah menyukainya.

Salah satu teman dekatnya mengungkapkan bahwa pada malam sebelum hilang, Feni tampak berbeda dari biasanya. Ia menolak pulang lebih awal dan terus meminta ditemani saat nongkrong di sebuah warung kopi di Palopo pada 24 Januari 2024.

“Biasanya dia tidak seperti itu. Malam itu Feni tidak ingin pulang dan terus meminta kami menemaninya,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, Jumat (21/2/2025).

Keanehan Feni semakin terlihat ketika ia tiba-tiba menginginkan durian, padahal sebelumnya diketahui tidak menyukai buah tersebut. Sikapnya yang tak biasa ini membuat teman-temannya heran.

Ketika waktu semakin larut, rekan-rekannya mulai berpamitan pulang. Namun, Feni masih enggan meninggalkan tempat itu. “Sekitar jam 11 malam saya ajak dia pulang, tapi dia masih belum mau,” tambah sumber tersebut.

Akhirnya, salah seorang teman wanitanya berhasil membujuk dan mengantarnya pulang menggunakan sepeda motor. Temannya sempat memastikan bahwa Feni benar-benar masuk ke dalam rumah sebelum meninggalkannya.

Temuan Darah di Kamar Feni
Keesokan harinya, pada 25 Januari 2024, Feni tidak lagi dapat dihubungi. Teman-temannya pun berinisiatif mencarinya di beberapa lokasi yang biasa ia datangi bersama pacarnya yang berinisial ADT.

Saat melakukan pencarian, mereka sempat melihat ADT sedang berada di sebuah tempat nongkrong di Jalan Cakalang. Namun, ketika ditanya melalui telepon, ADT memberikan lokasi berbeda, seolah ingin mengelabui mereka.

Curiga dengan situasi tersebut, salah seorang saksi mendatangi rumah Feni. Sesampainya di sana, ia menemukan kondisi kamar yang tampak terlalu rapi, tidak seperti kebiasaan Feni yang biasanya kurang memperhatikan kerapian. Selain itu, mobil Feni juga tidak ada di tempat.

Yang lebih mencurigakan, saksi menemukan bercak darah di beberapa titik dalam kamar. “Ada percikan darah di dekat lemari, gorden, belakang lemari, dan belakang pintu,” ujarnya sambil memperlihatkan rekaman video kondisi kamar tersebut.

Temuan-temuan ini menambah daftar kejanggalan dalam kasus hilangnya Feni Ere. Meski jasadnya telah ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka, misteri di balik kematiannya masih menyisakan banyak tanda tanya.

Dugaan Kekerasan dalam Hubungan Feni Ere
Keluarga Feni Ere melaporkan kehilangannya kepada pihak kepolisian pada 26 Januari 2024. Namun, selama setahun sejak laporan dibuat, keberadaan Feni masih menjadi misteri hingga akhirnya jasadnya ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di KM 35, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Battang Barat, Palopo, pada Jumat (7/2).

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengaku enggan berspekulasi mengenai penyebab kematian Feni. Namun, ia mengungkapkan bahwa sebelum hilang, Feni diduga sering mengalami kekerasan dari pacarnya. Feni bahkan pernah menunjukkan bukti dugaan penganiayaan berupa luka lebam di bahu dan kepala.

Lebih lanjut, sumber tersebut menggambarkan pacar Feni sebagai sosok yang temperamental dan posesif. Feni kerap dilarang bergaul dengan teman-temannya dan dikekang dalam hubungan yang disebutnya “toksik.” “Bayangkan, dia bahkan tidak diizinkan berteman dengan siapa pun hanya karena larangan dari pacarnya, ADT,” ungkapnya.

Saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa sepuluh saksi terkait kasus kematian Feni. Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Sayed Ahmad, menyatakan bahwa penyelidikan masih terus berjalan dan identitas para saksi belum dapat diungkap demi kepentingan penyidikan. “Kami masih mengumpulkan semua bukti yang ada, dan penyelidikan ini juga didukung oleh tim Resmob Polda Sulsel,” ujar Sayed, Jumat (21/2).

Pihak kepolisian berjanji akan mengusut kasus ini secara menyeluruh agar penyebab kematian Feni bisa segera terungkap. Sayed pun meminta doa serta dukungan masyarakat dalam menyelesaikan perkara ini. (ume/cdp).