Tak hanya itu, perempuan yang memiliki usaha Hijab Mazara ini bahkan pernah setelah lebaran memergoki suaminya check-in sama laki-laki yang ada di Kediri
Hal tersebut sontak membuatnya syok dan masih mempertahankan bahtera keluarganya.
“Saya ada bukti semuanya, itu dilakukan berbeda orang. Saya menikah September 2022 belum ada 1 tahun dan saya mengetahuinya setelah pernikahan berjalan 2 bulan, saat ini (saya) belum hamil,” paparnya.
Ia mengaku, baru kali itu RK melakukan kontak fisik. Saat ditanya awak media, jika selama di rumah, Meylisa untuk KDRT belum pernah terjadi, sebab setiap dirinya mengetahui RK chat mesra dengan sesama laki-laki, suaminya selalu mohon-mohon meminta maaf.
“Saya juga karena kan saya sangat mencintai suami saya, jadi saya waktu itu juga belum tahu kalau maksudnya belum percaya kalau suami saya melakukan hal seperti itu sebagai orang laki-laki. Jadi saya masih berusaha,” bebernya.
Setelah kejadian KDRT tersebut, Meilisa melaporkan RK ke Polres Kediri Kota demgan Surat Laporan Nomor : LP/8/101/VI/2023/SPKT/Polres Kediri Kota/Polda Jawa Timur. Selanjutnya untuk hasil visume sudah dipegang oleh pihak penyidik.
Tenggat waktu 27 Juni 2023, sempat diadakan mediasi antara Meilisa dan RK. Namun tetapi Meilisa tetep kekeh tidak mau mencabut laporannya dan meminta perkara ini tetap dilanjutkan. Hingga saat ini laporan sedang dalam proses untuk tahap selanjutnya di Unit PPA Polres Kediri Kota. (jaz/and/fik)






