Opini  

Menuju Desa Inklusi: Kolaborasi Keluarga dan Masyarakat untuk Penyandang Disabilitas di Desa Beji

Penulis : Elysa Dina Fitriani, Nadia Puspitasari, Revian Ivannanda Al Abqi, Illamada Shella Afshelita, Binta Ali Sabrina, Aditya Puji Rahayuningtyas, Dandi Febriansyah Jurusan : Kesejahteraan Sosial Kampus : Universitas Muhammadiyah Malang
Penulis : Elysa Dina Fitriani, Nadia Puspitasari, Revian Ivannanda Al Abqi, Illamada Shella Afshelita, Binta Ali Sabrina, Aditya Puji Rahayuningtyas, Dandi Febriansyah Jurusan : Kesejahteraan Sosial Kampus : Universitas Muhammadiyah Malang

MEMOX.CO.ID – Batu, 22 Februari 2025 – Semangat inklusi dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas menggema di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Bertempat di balai RW 04 Dusun Karangjambe, warga antusias mengikuti workshop bertema “Peran Dukungan Sosial oleh Keluarga dan Masyarakat bagi Penyandang Disabilitas di Desa Beji” yang diselenggarakan oleh mahasiswa praktikum kelompok 5 dari Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan workshop ini merupakan implementasi dari hasil observasi dan assessment yang telah praktikan lakukan kepada penyandang disabilitas, keluarga penyandang disabilitas, dan masyarakat Desa Beji.

Kegiatan workshop ini merupakan bagian dari program kerja yang telah dirancang oleh praktikan bersama pemerintah Desa Beji untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman, serta memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam memberikan dukungan sosial kepada penyandang disabilitas. Workshop berlangsung interaktif dengan dihadiri oleh sejumlah perangkat desa, tokoh masyarakat, keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas, serta warga Desa Beji lainnya yang tertarik untuk mempelajari mengenai isu dukungan sosial bagi penyandang disabilitas.

Koordinator kelompok 5, Dandi Febriansyah, menjelaskan bahwa kegiatan workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai dukungan sosial yang dapat diberikan oleh keluarga dan masyarakat kepada penyandang disabilitas.

“Kami menyadari jika dukungan sosial sangat diperlukan dan memegang peranan yang krusial bagi penyandang disabilitas. Dengan adanya dukungan sosial diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan partisipasi mereka dalam bermasyarakat. Dengan adanya dukungan sosial yang kuat, penyandang disabilitas dapat merasa lebih dihargai, berdaya, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih potensi penuh mereka” Ujar Dandi.

Workshop ini menghadirkan Ibu Titing Rara Wulansari, S.Sos sebagai narasumber. Beliau merupakan seorang praktisi yang fokus pada isu disabilitas dan sekaligus sebagai pembina Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) “Omah Gembira”. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan mengenai pentingnya dukungan emosional, seperti memberikan rasa aman, nyaman, dan dihargai sangat penting untuk membantu penyandang disabilitas dalam mengatasi stress, kecemasan, bahkan depresi.

“Penyandang disabilitas kerap kali dihadapkan dengan stigma, diskriminasi dan kesulitan dalam mengakses layanan publik. Oleh karena itu, mereka membutuhkan dukungan emosional terutama dari orang terdekat seperti keluarga, teman, bahkan komunitas untuk membantu mereka dalam mengatasi tantangan tersebut dan membangun kepercayaan diri mereka,” jelas Ibu Titing Selain dukungan emosional, Ibu Titing juga menekankan akan pentingnya pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Pemenuhan hak penyandang disabilitas merupakan pilar penting dalam membangun masyarakat inklusif dan adil. Pemenuhan hak ini tidak hanya sebatas memberikan bantuan atau fasilitas khusus, tetapi juga menghapuskan segala bentuk diskriminasi dan hambatan yang menghalangi penyandang disabilitas untuk meraih potensi mereka.

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, keluarga, dan individu sangat penting untuk pemenuhan hak penyandang disabilitas. Peran pemerintah adalah merumuskan kebijakan yang inklusif dan mengalokasikan anggaran yang cukup. Sementara itu, masyarakat dapat memberikan advokasi, pendampingan, dan layanan. Sektor swasta dapat menciptakan lapangan kerja inklusif dan mengembangkan teknologi yang mudah diakses.

Dengan kerja sama yang kuat, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kemandirian, martabat, dan kontribusi positif penyandang disabilitas.

Ibu Titing juga menekankan bahwa setiap desa di Batu seharusnya mempunyai paguyuban peduli disabilitas. Pembentukan paguyuban peduli disabilitas di tingkat desa memiliki peran yang sangat vital dalam mewujudkan inklusi sosial dan meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas.

Paguyuban ini menjadi wadah bagi penyandang disabilitas, keluarga mereka, serta masyarakat umum untuk saling berinteraksi, berbagi pengalaman, dan memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.

Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi. Sesi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi pengalaman, bertanya, serta memberikan masukan terkait dengan isu-isu yang berkaitan dengan dukungan sosial bagi penyandang disabilitas. Para peserta workshop tampak antusias mengikuti setiap sesi dan aktif bertanya kepada narasumber. Salah seorang peserta, yang merupakan orang tua dari salah satu penyandang disabilitas mengaku sangat terbantu dengan informasi yang disampaikan dalam workshop ini.

“Saya jadi lebih paham bagaimana cara memberikan dukungan yang tepat kepada anak saya. Dulu, saya sering merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Tapi sekarang, saya jadi lebih percaya diri dan optimis bahwa anak saya bisa meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya

Beliau juga menyampaikan pengalamannya dalam merawat anaknya. Ia mengatakan bahwa dukungan dari keluarga dan teman-teman sangat membantunya dalam menghadapi tantangan yang ada. Ia juga berharap agar masyarakat dapat lebih memahami dan menerima penyandang disabilitas, serta memberikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan diadakannya kegiatan ini praktikan berharap semangat inklusi yang telah terbangun dalam workshop ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan. Besar harapan kami agar masyarakat Desa Beji dapat terus beradaptasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi semua orang, tanpa terkecuali. (enr/iab).