Malang, MEMOX.CO.ID – Dalam kunjungan ke Kota Malang, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso melakukan pemantauan pelaksanaan Gerak Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Perumda Tunas Malang, pada Kamis (19/12/2024). Di dampingi Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, Mendag RI melihat ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok di gelaran GPM.
GPM ini di gelar karena menjelang Natal dan Tahun Baru 2014-2025. Hal tersebut penting dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan bahan pangan yang meningkat serta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan komoditas yang lainnya.
Budi Santoso mengajak bersama sama untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pangan di Kota Malang jelang HBKN Nataru. Pentingnya koordinasi Bapanas, Perumda Tunas dan Pemerintah Daerah untuk menjamin harga dan pasokan bahan pokok. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan mengelar GPM bagi warga masyarakat Kota Malang.
“Dengan digelar GPM seperti ini berarti menunjukan pasokan kami ada dan tidak terlambat. Tetapi kami terus mempunyai stok bahan pangan untuk menjamin kebutuhan masyarakat. Saya apresiasi GPM ini yang rutin dilakukan terutama pada saat menjelang Nataru,”pungkasnya.
Dirinya mengungkapkan para produsen dari berbagai komoditas lain telah sepakat untuk memasok barang-barang kebutuhan pokok jelang Nataru. Di buktikan dengan pasokan bahan pangan yang cukup serta harga yang tidak mengalami kenaikan.
“Pada GMP yang di gelar ini banyak masyarakat yang datang dan antusias membeli bahan pokok. Jadi saya kira pasokan bahan pokok relatif bagus dan harga normal sesuai dengan HET atau harga acuan,”jelasnya.
Selain itu, ia menyebutkan adanya sistem SP2KP untuk memantau ketersediaan kebutuhan pokok di setiap daerah Kabupaten/Kota.”Kami setiap hari dapat membuka melalui aplikasi yang ada. Dari situ nanti akan tahu mengenai stok yang tidak ada dan yang mengalami lonjakan harga,”katanya.
Sementara itu, Suliana warga Bumiayu sangat antusias untuk membeli bahan pangan di GPM. Dirinya mengaku sangat terbantu atas gelaran GPM yang di adakan oleh Perumda Tunas Malang. Itu bermanfaat bagi rakyat kecil dalam memenuhi kebutuhan pokok di saat menjelang Nataru.
“Alhamdulillah ini bisa sedikit meringankan masyarakat, rakyat kecil. Harganya jauh lebih murah dari harga di pasaran. Kegiatan ini sangat membantu para ibu rumah tangga,”Tungkasnya.
Suliana menyebutkan ada selisih Rp 9.000 untuk harga beras yang ada di pasar. “Di sini harga beras 25 kg Rp 327.000 sedangkan di pasar Rp 336.000. Untuk minyak sunco di pasar Rp 38.000 dan disini hanya di bandrol Rp 37.000,”tambahnya.(fat)
