Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU)
MEMOX.CO.ID – Di tengah persiapan agenda besar Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), Minggu (8/02/26).Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jl. S. Supriadi Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, dipilih menjadi lokasi transit sekitar 1.000 jamaah asal Kota Surabaya, Jum’at (06/02/26)
Melalui agenda “Sapa Gereja”, Pemerintah Kota Malang dan Polresta Malang Kota menegaskan komitmen menjaga soliditas, sinergi, serta kerukunan lintas iman yang terus tumbuh di Kota Malang sebagai kota yang aman, harmonis, dan humanis.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana bersama rombongan lainnya “Sapa Gereja” ke Kantor Majelis Agung GKJW, diterima langsung oleh Ketua Pendeta Pelayanan Agung Pdt. Nathael Hermawan Prianto, para romo, suster, serta jajaran pelayanan jemaat.
Dalam pembahasan, disepakati bahwa GKJW akan menampung transit 1.000 jamaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU dari Surabaya.
Dari sisi transportasi, direncanakan 20 bus dan 10 kendaraan pribadi. Namun, setelah mempertimbangkan kapasitas lahan parkir gereja, Ketua Pelayanan Agung menyampaikan bahwa area GKJW tidak mencukupi maka sebagian kendaraan akan dialihkan parkir ke Gereja Ijen.
Wali Kota Wahyu menegaskan bahwa “Sapa Gereja” bukan sekadar kunjungan, melainkan wujud kehadiran pemerintah dalam merawat harmoni sosial dan menjamin kelancaran agenda keagamaan lintas komunitas.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada gereja-gereja yang terlibat melayani jamaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU, seperti Gereja Katedral Ijen, Gereja HKBP Malang, GKI Bromo, dan GKJW Sukun.
Ia menilai dukungan berupa penyediaan tempat istirahat, toilet, tempat wudu, ruang salat, hingga konsumsi menunjukkan toleransi yang luar biasa.
“Gereja-gereja bahkan menyesuaikan jadwal ibadahnya demi kelancaran kegiatan ini. Ini bukti nyata kerukunan di Kota Malang dan akan kami laporkan kepada Bapak Presiden bahwa peringatan satu abad NU berjalan dengan dukungan semua pihak,” ujar Wahyu, Jumat (6/2/2026).
Sementara itu, Kombes Pol Putu Kholis menekankan pentingnya pendekatan preventif dan preemtif dalam pengamanan Mujahadah Kubro 1 Abad NU.
“Polresta Malang Kota menyiapkan pengamanan terpadu, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, parkir, pengamanan lokasi transit, hingga pengawalan jamaah. ‘Sapa Gereja’ kami lakukan, selain berkoordinasi sekaligus silaturahmi.” jelas Putu Kholis.
Pendeta Nathael Hermawan Prianto menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada GKJW sebagai lokasi transit jamaah NU.
“Bagi kami, ini adalah panggilan iman dan kemanusiaan. Gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang persaudaraan. Kami terbuka mendukung saudara-saudara kami yang akan mengikuti Mujahadah Kubro 1 Abad NU,” ungkap Pdt. Nathael.
Ia juga menjelaskan hasil kesepakatan teknis yang dicapai bersama Forkopimda.
“Untuk parkir, kami sampaikan keterbatasan lahan di GKJW. Syukur, disepakati sebagian kendaraan dialihkan ke Gereja Ijen agar tetap tertib dan tidak mengganggu lingkungan sekitar. Ini bentuk kerja sama yang sehat dan penuh saling pengertian,” tambahnya. (fik/hms)
