Malang, MEMO.CO.ID – Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Walikota terhadap pandangan umum fraksi atas rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2025 bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Malang, Senin (29/10/2024).
Dalam rapat paripurna terdapat pembahasan mengenai masalah banjir yang menyebabkan kerusakan karena sampah, drainase dan berbagai persoalan yang sulit di urai, terutama di jalan-jalan protokol Kota Malang. Tidak hanya itu, persoalan revitalisasi pasar besar yang masih dalam proses pengajuan.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyampaikan terkait drainase yang ada di Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang anggarannya berasal dari Provinsi.”Kemarin sempat diajukan ke pusat, tetapi ini sudah ada penganggaran dari provinsi. Nah ini salah satu yang membantu untuk mengatasi banjir di Kota Malang,”ujarannya.
Pihaknya mengungkapkan untuk beberapa permasalahan banjir di Kota Malang terus diupayakan penyelesaiannya dengan mengacu masterplan drainase, mulai tahun 2023 sampai dengan saat ini.
Sementara itu, terkait pasar besar anggarannya berasal dari pusat yaitu Kementerian PUPR. Untuk besarannya kurang lebih Rp 300 miliar sebagai kebutuhan yang sangat mendesak.”Kami sangat mengapresiasi karena akhirnya bisa terselesaikan. Dan kami berharap dalam prosesnya ini baik,”pungkasnya.
Disamping itu, Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, menilai jika penyampaian jawaban pandangan umum fraksi DPRD Kota Malang sebelumnya sangatlah strategis dan prioritas dalam menyusun APBD 2025. Pandangan tersebut dinilai sangat konstruktif untuk membangun kota malang.
“Mengenai pasar besar kami lakukan upaya. Sampai saat ini sudah review DED dan sudah dilakukan komunikasi. Mudah-mudahan akan dianggarkan 2025 oleh PUPR. Artinya sudah masuk dalam rancangan pembahasan di PUPR untuk pasar besar,”kata Iwan.
Lebih lanjut, pembangunan drainase Jalan Soekarno-Hatta tersebut masih dalam proses SIPD Provinsi dan untuk realisasinya dilakukan pada tahun 2025 mendatang. Menurut Iwan itu sudah konkret dengan alokasi anggaran sebesar 22 miliar.(fat)






