Indeks

Mahasiswa PMM UMM Berinovasi Membuat Biopori Bersama Kader Adiwiyata SMPN 26 Malang

BERSAMA : Mahasiswa (PMM) Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) Kelompok 91 Gelombang 07 dalamsesi foto bersama Kader Adiwiyata dan Pembina Adiwiyata SMPN 26 Malang.

Malang, Memox.co.id – Kelompok 91 Gelombang 07 Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan pembuatan biopori bersama Kader Adiwiyata SMPN 26 Malang, Sabtu (03/09/2022).

Dipilihnya SMPN 26 Malang dijadikan tempat pembuatan biopori karena pada saat musim hujan sekolah yang beralamat di Jl. Ikan Gurami no. 36 Kota Malang tersebut sering tergenang air.

Pembuatan biopori istilah lainnya membuat lubang-lubang di dalam tanah ini dikerjakan 5 mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 91 Gelombang 07 PMM UMM serta 10 Kader Adiwiyata yang merupakan siswa SMPN 26 Malang.

Secara bersamaan pembuatan biopori dilaksanakan mulai dari melubangi pipa, menggali lubang, mengumpulkan sampah organik dan membuat saringan kaleng dikerjakan bersama.

Penggunaan kaleng sebagai pemanfaatan barang bekas merupakan inovasi yang dilakukan oleh mahasiswa PMM berfungsi sebagai saringan guna mempermudah pengambilan kompos yang dihasilkan dari sampah organik yang dihasilkan.

INOVASI : Pembuatan saringan dari kaleng bekas untuk memudahkan pengambilan kompos yang dihasilkan dari biopori.

Kaleng yang sudah dilubangi bawah dan sampingnya kemudian dikaitkan dengan kawat sepanjang lubang biopori yang disambungkan dengan tutupnya. Jadi saat tutupnya dibuka kompos pun akan bisa diambil dengan mudah, karena di permasalahan yang sering terjadi kompos susah diambil mengingat kedalaman biopori biasanya 80-100 cm.

Sebagai Pembina Adiwiyata Ibu Dewi Megawati beharap para kader paham dan bisa mengedukasi teman sekolah serta lingkungan tempat tinggalnya akan pentingnya fungsi dari biopori. Kehadiran program PMM di sekolah sangat membantu.

“Kebetulan di SMPN 26 Malang dulu pernah membuat lubang sampah membuat lubang biopori untuk resapan air dan pengolahan sampah basah. Semoga kembalinya pembuatan biopori ini dapat
mengedukasi dan membimbing anak-anak praktek kembali membuat biopori,” ujarnya.

Sebanyak 15 lubang resapan biopori baru yang diharapkan dengan adanya biopori akan mengatasi banjir,menambah daya resap air di lingkungan dan sebagai tempat pembuangan sampah organik yang akan  menjadi kompos agar tanah semakin subur. (*)

Oleh Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhamadiyah Malang (UMM)

Gelombang 07 Kelompok 91 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Jurusan Manajemen

Doden Pembimbing Lapang (DPL) : Luqman Dzul Hilmi, SE., MBA.

Exit mobile version