Lapas Kelas 1 Malang Wisuda Puluhan Guru Al Qur’an Bekerjasama dengan UMMI Foundation

MEMOX.CO.ID – Pondok Pesantren At-Taubah Lapas Kelas I Malang kembali menggelar acara wisuda bagi para warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai santri yang telah lulus uji materi dengan menerapkan motode UMMI bekerjasama dengan UMMI Foundation , Sabtu (14/12/24)

Perlu diketahui Metode Ummi telah menjadi referensi utama dan diterima secara luas oleh sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. Selain memberikan jaminan mutu, metode ini juga menawarkan pembelajaran Al-Qur’an yang mudah, menyenangkan, dan menyentuh hati seperti yang diberikan kepada para warga binaan Lapas Kelas I Malang.

Sebagai catatan Ummi Foundation berdiri pada 2011 di Surabaya, Indonesia. Hadir membawa niat kuat untuk memuliakan Al-Qur’an dan orang-orang yang mengajarkannya dengan memudahkan urusan peningkatan profesionalisme guru Al-Qur’an tanpa menjadikan biaya sebagai kendala.

Ummi Foundation berusaha agar guru Al-Qur’an dapat diterima dan menjadi bagian penting dari dunia pendidikan formal dan non formal sehingga pada saatnya nanti guru Al-Qur’an menjadi profesi yang diperhitungkan keberadaannya oleh semua kalangan.

Kali ini warga binaan yang tergabung dalam angkatan VIII telah melaksanakan wisuda di Masjid At-Taubah Lapas Malang, Disaksikan oleh keluarga yang turut hadir.

Program pembelajaran baca Al-Quran yang dikenal dengan Metode UMMI ini merupakan metode belajar yang diterapkan di lingkungan Pondok Pesantren At-Taubah Lapas Kelas I Malang.

Kegiatan wisuda dibuka oleh Budi Purwadi selaku Kabid. pembinaan WBP Lapas Kelas I Malang mewakili Kalapas Kelas 1 Malang Ketut Akbar Herry Achjar menjelaskan, “Saya selalu bangga dapat menghadiri dan melihat langsung prosesi wisuda santri di Masjid At-Taubah.

Apalagi kali ini saya juga berada di antara keluarga wisudawan warga binaan untuk menjadi saksi salah satu kegiatan indikator keberhasilan program pembinaan Lapas Malang.

“Saya harap semoga kegiatan ini bukan hanya seremonial saja, namun kelak saat wisudawan warga binaan bebas, bisa mengamalkan ilmunya dan berguna untuk masyarakat.” terang Budi Purwadi.

Lanjutnya, selain jumlah wisudawan yang terus bertambah tiap tahunnya. Kali ini UMMI foundation dan Pesantren At-Taubah tak hanya mewisudakan 50 WBP sebagai Guru Al-Qur’an Metode UMMI saja, namun juga mewisudakan 7 WBP sebagai wisudawan Tahfidzul Qur’an dan 23 WBP sebagai wisudawan kitab Aqidatul Awam kitab safinatun najah.

Dari tahun ke tahun jumlah wisudawan terus bertambah. Ini prestasi yang membanggakan. Namun perlu diingat, mendapatkan Sertifikat menjadi Pengajar Al-Qur’an adalah awal, selanjutnya para warga binaan bisa mengajarkan ilmu yang diperoleh pada warga binaan lain dan bisa jadi bekal nantinya ketika telah kembali ke masyarakat itu lebih penting,” terangnya.

Tidak lupa dirinya menyampaikan pesan Kalapas agar keluarga yang hadir kali ini, nanti juga bisa mendukung para waga binaan untuk terus dapat mengamalkan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat setelah mereka bebas nanti,” pesannya.(*)