MEMOX.CO.ID – Kota Probolinggo yang berjuluk Angin, Anggur, dan Mangga (Bayuangga) terus berbenah dibawah kepemimpinan Wali Kota dr.Aminudin dan Wawali Ina Dwi Lestari. Mereka menahbiskan diri sebagai pelopor Zona Wisata Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) dengan peluncuran Zona Wisata Kuliner Geladak Serang (Gladser).
Peluncuran ini menjadi tonggak bagi pengembangan ekonomi halal di Kota Probolinggo. Zona KHAS menjadi sebuah kawasan yang menjamin seluruh produk makanan telah tersertifikasi halal dan memenuhi standar kesehatan, memberikan rasa aman bagi konsumen serta mendukung pertumbuhan ekonomi halal.
Peluncuran ini merupakan hasil kerjasama antara Bank Indonesia (BI), Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Timur, dan Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (DKUP).

“Kami mengapresiasi keberhasilan ini sebagai bukti komitmen Kota Probolinggo dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang jaminan produk halal,”ujar Wakil Direktur Ekskutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Prof Abdul Mohngit, saat Soft Launching Zona Khas Wisata Kuliner Gladser, Rabu Malam (23/07/2025).
Abdul Mohngit mengatakan, keberadaan Zona KHAS ini merupakan amanah Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Kehadirannya tidak hanya menjamin keamanan pangan, tetapi juga menciptakan tempat konsumsi yang nyaman dan sehat bagi seluruh masyarakat.
“Ini langkah konkret Pemkot Probolinggo untuk membangun ekosistem halal yang inklusif. Zona KHAS ini harus menjadi inspirasi, baik untuk pelaku UMKM maupun masyarakat luas, bahwa jaminan kehalalan dan kesehatan produk adalah sebuah kebutuhan mendesak,” tandasnya.
Senada, Kepala Perwakilan BI Cabang Malang Febrina mengucapkan apresiasi karena zona khas wisata kuliner Gladser yang halal bisa terbentuk dengan cepat. Sehingga penilaiannya lebih cepat sebagai tonggak optimisme pertumbuhan ekonomi.
“Kami sangat apresiasi, karena Zona Khas Wisata Kuliner Gladser yang tercepat terbentuk. Sekaligus menjadi bukti pertumbuhan ekonomi semakin meningkat,”ucapnya.
Tak kalah pentingnya, program permodalan telah memberikan angka yang baik, tumbuh melesat diangka 13,86 persen untuk kredit permodalan UMKM.
Apalagi bukti komitmen untuk pertumbuhan kredit. Tumbuhnya permodalan sangat penting dengan harapan bisa mendorong fasilitas kredit terjaga dengan baik dibawah 5 persen.
“Digitalisasi pembayaran UMKM akan terlihat lebih baik sehingga lembaga perkreditan akan mempermudah memberikan kredit, bahkan transaksi wisatawan akan menambah khasanah transaksi pembelian,”tutur Febrina.
Wali Kota Probolinggo, dr Aminudin menyatakan dukungan penuh atas pencapaian ini. Ia menggarisbawahi, sertifikasi halal merupakan hal yang sangat penting dalam membangun daya saing, apalagi memiliki potensi besar.
“Dengan sertifikasi halal, produk lokal kita dapat memiliki nilai tambah lebih tinggi. Kami akan terus mendukung pengembangan produk halal lainnya, karena ini tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga soal kepercayaan dan kenyamanan masyarakat,”pungkasnya. (adv/hud)






