KONI Jatim Siapkan Mental Alet untuk PON Papua

64
0
Ketua Umum KONI Jawa Timur Erlangga Satriagung

Surabaya, Memox.co.id – Disamping menyiapkan program Puslatda New Normal (PNN) yang berjalan sejak September, KONI Jawa Timur juga menyiapkan mental atlet agar siap tempur di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.

Ketua Umum KONI Jawa Timur Erlangga Satriagung mengatakan dukungan selalu diberikan kepada atlet. Pihaknya juga sudah menyampaikan kepada atlet untuk menyiapkan diri dan mental untuk bertanding di tanah Papua. “Kita sudah sampaikan kepada atlet harus siapkan mental bertempur. Situasi apapun harus terbangun mental bertempur,” kata Erlangga ketika ditemui awak media di kantornya beberapa hari lalu.

Erlangga yakin tuan rumah Papua sudah maksimal dalam persiapan. Apalagi karena pandemi ini, pelaksanaan PON yang mundur satu tahun, akan menambah waktu kesiapan Papua. Karena itu, pihaknya menyatakan kontingen Jawa Timur siap meraih hasil maksimal. “Kita lihat Papua sudah bekerja keras menyiapkan semua. Ini kan sudah mundur satu tahun logikanya, secara perhitungan mereka lebih siap,” tutup Erlangga.

Atlet PNN Jatim Jalani Swab Test Kedua

Sementara itu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menggelar swab test terhadap atlet, pelatih, mekanik yang masuk dalam skuad Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) New Normal (PNN)  yang dipersiapkan menghadapi PON XX 2021 di Papua. Swab test ini adalah yang kedua kalinya bagi anggota PNN setelah yang pertama digelar pada September lalu.

Ketua Harian KONI Jatim, M. Nabil mengatakan, swab tes massal ini dilakukan untuk memproteksi semua yang tergabung dalam Puslatda agar dapat menjalani Puslatda New Normal (PNN) dalam kondisi yang sehat dan aman dari ancaman virus corona atau Covid-19.

“Mereka harus melakukan tes swab, kalau negatif berarti lanjut ikut PNN   dan berlatih dengan protokol kesehatan yang sudah kita buat,” kata Nabil ketika ditemui di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Selasa (17/11).

Ketua Umum KONI Jawa Timur Erlangga Satriagung dan para atlet saat menjalani swab tes.

Apabila ada yang hasilnya positif, kata Nabil, maka akan langsung dilakukan isolasi sampai dinyatakan sembuh atau negatif sesuai ketentuan dari WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Tidak (dicoret), tapi nanti mereka kita isolasi sampai sembuh baru bisa ikut Puslatda New Normal lagi. Itu konsep kita. Yang penting masuk harus betul-betul dalam keadaan aman,” tambahnya.

KONI Jatim telah membuat protokol kesehatan yang ketat. Semua yang masuk dalam skuad Puslatda dilarang keluar masuk dari mess dan tempat latihan. Orang luar juga dilarang masuk dalam mess.

Selain itu, setiap hari harus melakukan pengecekan suhu tubuh, menggunakan masker yang diganti secara berkala, kemudian mencuci tangan, dan menggunakan peralatan sendiri-sendiri. “Kalau ada yang harus pindah tempat dari mess ke tempat latihan maka akan disiapkan mobil,” terang Nabil.

Ia menjelaskan, PNN ini merupakan skema yang paling tepat di tengah kondisi pandemi saat ini. Program Training From Home (TFH) yang sebelumnya dilakukan dinilai sudah cukup lama dan kurang memberikan dampak positif yang besar. Terlihat dari hasil tes kesehatan dan tes fisik yang dilakukan, terjadi peningkatan berat badan dan penurunan kondisi fisik.

Sementara itu, Satgas Covid-19 KONI Jatim, dr Wardy Ashari Siagian mengatakan, Selasa (17/11) ada sekitar 180 orang anggota PNN yang menjalani swab test di KONI Jatim dan RS Menur.

Swab test kedua untuk anggota PNN ini akan digelar sampai Jumat (20/11). Selama PNN ini atlet, pelatih, mekanik, dan sparring menjalani kamp di berbagai tempat dengan menerapkan bubble system, yaitu mereka berada dalam satu lingkungan tertentu bersama dengan orang-orang yang sama dalam periode waktu yang sudah ditentukan. (guh/ono)