Surabaya, Memox.co.id – Ketua Umum KONI Jawa Timur, Erlangga Satriagung menandaskan, pandemi virus corona (Covid-19) yang turut melanda Jawa Timur (Jatim) tak boleh membuat sektor olahraga terbengkalai. Untuk itu, atlet anggota Puslatda Jatim 100 PON XX Papua 2021 tetap harus menjalani training from home (TFH).
Harus diakui, faktanya Jawa Timur masih tercatat sebagai provinsi dengan angka positif Covid-19 tertinggi di Indonesia dengan total 20.812 orang per 28 Juli 2020. “Memang pola training from home tak ideal. Tapi, ini yang terbaik bagi Puslatda Jatim 100 untuk menghadapi PON XX Papua 2021,” katanya. “Jawa Timur masih tertinggi (kasus Covid-19). Tapi, mempertahankan prestasi (di PON) sangat tak seimbang risikonya bila dihadapkan dengan Covid-19.”
Erlangga Satriagung pun menegaskan, kesehatan dan keselamatan atlet dan perangkat pendukung seperti pelatih, menjadi prioritasnya saat ini. “Atlet tak mungkin bisa berprestasi kalau tubuhnya tidak sehat. Jadi, training from home adalah solusi terbaik di tengah kondisi seperti ini,” ucapnya.
Sebagai informasi, KONI Jatim telah merumahkan atlet-atletnya terhitung sejak 1 April 2020 lantaran pandemi virus corona (Covid-19).Langkah ini diambil guna menindaklanjuti Surat Edaran Protokol Kewaspadaan Pencegahan Wabah Covid-19 Bagi Kegiatan Keolahragaan dan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Tentang Peningkatan Kewaspadaan Corona, 27 Maret 2020.
Pola pemusatan latihan daerah (puslatda) menuju PON XX Papua 2021 pun berubah dari terpusat menjadi mandiri di rumah atau training from home. Sejatinya tak sedikit pengurus cabang orlahraga (cabor) yang ingin kembali berlatih seperti sedia kala demi mencapai target yang dicanangkan KONI Jatim.
Untuk diketahui, KONI Jatim menyiapkan 700 atlet untuk PON XX Papua 2021. Mereka tersebar ke dalam 37 cabor. “Meski belum ada kepastian kapan kami akan kembali menggelar puslatda atau latihan normal tetapi kami juga berencana menerapkan puslatda new normal pada 1 September. Tapi, itu baru rencana. Apabila masih terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang tinggi, program training from home akan dilanjutkan,” kata Erlangga Satriagung.
Erlangga menambahkan, pihkanya terus berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Pemprov Jatim dan Satgas Covid-19 KONI Jatim. (*/ono)






