Indeks

KONI Jatim Minta RS Ubaya Siapkan Dokter “Plus” dan Pisahkan Data Atlet

KONI Jatim Minta RS Ubaya Siapkan Dokter "Plus" dan Pisahkan Data Atlet
(KONI) Jawa Timur menggelar rapat koordinasi dengan Rumah Sakit Universitas Surabaya (RS Ubaya) Jumat (27/2/2026),

MEMOX.CO.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menggelar rapat koordinasi dengan Rumah Sakit Universitas Surabaya (RS Ubaya) Jumat (27/2/2026), fokus membahas peningkatan kualitas pelayanan penanganan cedera dan pemulihan kondisi atlet.

Rapat ini sebagai bagian untuk mematangkan persiapan menjelang event besar, tidak hanya dari sisi pembinaan fisik, tetapi juga aspek pendukung utama yakni kesehatan atlet.

Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyuarakan sejumlah harapan agar kerja sama ini memberikan manfaat optimal, terutama bagi atlet yang sedang menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda).

Salah satu poin penting yang disuarakan Nabil adalah permintaan agar pihak rumah sakit memisahkan secara tegas data dan rekam medis antara atlet Puslatda dengan atlet non-Puslatda atau masyarakat umum.

“Bukan untuk mendiskriminasi, melainkan agar pemantauan kondisi fisik dan kesehatan atlet binaan kami bisa lebih mudah dan terfokus. Dengan pemisahan ini, kami bisa cepat mengetahui kondisi terkini dan mengambil keputusan terkait pembinaan,” jelas Nabil.

Lebih jauh, Nabil menginginkan tenaga medis yang memiliki nilai lebih atau “dokter plus”. Menurutnya, dokter tidak hanya harus andal secara medis, tetapi juga memahami dunia olahraga prestasi, termasuk jadwal dan periodesasi latihan.

“Dokter harus paham, apakah atlet ini sedang masa persiapan awal atau sudah mendekati event besar seperti PON. Pendekatan terapinya pasti berbeda. Pemahaman ini penting agar pemulihan tepat sasaran dan performa cepat kembali maksimal,” tegasnya.

Selain penanganan cedera, Nabil juga berharap ada pendampingan gizi khusus yang dirancang untuk mempercepat penyembuhan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama RS Ubaya, dr. Wenny Retno Sarie Lestari, menyambut baik seluruh masukan dan menegaskan komitmen untuk segera menindaklanjutinya.

“Kami sangat setuju. Kejelasan data atlet adalah fondasi utama. Kami akan segera memisahkan data antara Puslatda dan non-Puslatda,” ujar dr. Wenny.

Terkait kompetensi dokter, pihaknya berjanji akan terus meningkatkan pemahaman tenaga medis terhadap kebutuhan spesifik atlet. Ia juga menekankan sinergi antara pelatih dan tim medis sangat penting untuk mencegah cedera.

“Peran terbesar menghindari cedera adalah dari pelatih dalam menyusun program latihan. Rumah sakit adalah pendukung saat cedera terjadi atau untuk pemulihan,” tambahnya.

RS Ubaya juga menyatakan siap mendukung layanan medis saat kompetisi berlangsung, baik berupa tim siaga di lokasi maupun bentuk dukungan lainnya sesuai kebutuhan KONI Jatim. (fin/syn)

Exit mobile version