Indeks
Opini  

Konflik Baru Filipina-China di Laut China Selatan Bisa Mengganggu Keamanan Wilayah Asia Tenggara

Kondisi yang seperti ini akhirnya bisa mengganggu kawasan Asia Tenggara dan memicu ketegangan hubungan antara Filipina dan China. Di tahun 2023, pihak dari Filipina mengungkapkan fakta bahwa ada salah satu kapal patroli dari Tiongkok yang menembakkan laser militer kepada kapal patroli Filipina. Dan peristiwa penembakan laser militer ini terjadi di kawasan ZEE Filipina. Dimana hal ini melanggar hak kedaulatan dari ZEE Filipina dan menyebabkan hubungan Filipina-China kembali bersitegang. Dari peristiwa penembakan laser militer oleh kapal patroli Tiongkok kepada kapal patroli Filipina, akhirnya kedua negara ini membuka pertemuan untuk menyelesaikan sengketa LCS dan meluruskan terkait penembakan laser militer.

Pertemuan ini dibuka dengan mengutip kesepakatan dari presiden China Xi Jinping dan presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, dimana pada awal Januari 2023 baru saja melaksanakan kunjungan ke China. Dari pihak Filipina, diwakili oleh wakil Kemenlu Thereza Lazaro dan China juga diwakili oleh wakil Kemenlu Sun Weidong. Adapun hasil dari pertemuan ini belum mendapatkan solusi yang terbaik. Namun langkah ini merupakan diplomasi antara Filipina-China untuk menyelesaikan sengketa LCS dan meluruskan terkait penembakan laser militer dengan damai. Hasil dari diplomasi ini adalah meningkatkan perekonomian dan aspek lainnya. Walaupun hal ini bisa dibicarakan dengan baik, namun sengketa LCS dinilai sangat membahayakan bagi keamanan kawasan Asia Tenggara, sebab tidak hanya Filipina saja yang mempermasalahkan LCS, namun ada beberapa negara anggota ASEAN yang ikut terlibat. Bahkan Indonesia pun juga ikut terseret ke dalam sengketa LCS akibat masalah yang terjadi di Kepulauan Natuna pada tahun 2019. Dimana pada waktu itu ada kapal patroli dari China memasuki wilayah Natuna. (*)

Exit mobile version