MEMOX.CO.ID – Komitmen mencetak generasi Qur’ani kembali diteguhkan oleh SMP Negeri 3 Kota Probolinggo, melalui penghargaan Tahfidz peserta didik. Kegiatan tahunan menjadi bagian layanan unggulan program tahfidz sekolah sebagai ikhtiar menjaga hafalan Al-Qur’an agar tetap kuat, terjaga, terarah, dan berkelanjutan.
Tahun ini, sebanyak 165 peserta didik mengikutinya setelah menjalani proses pembinaan hafalan secara intensif selama masa belajar. Tidak sekadar nilai kelancarannya, kualitas makhraj, tajwid, hingga ketepatan ayat menjadi perhatian utama untuk memastikan hafalan benar-benar kokoh dalam ingatan.
Kegiatan dikemas dalam “Gerakan Sekolah Berbagi dan Penghargaan Wisuda Tahfizh” suasananya berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.
Lantunan ayat-ayat suci menggema menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam.

Hadir khusus dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siti Romlah, di dampingi Kepala Sekolah SMPN 3 Sumantri, dan Ketua Komite Sekolah, serta jajaran pendidik sekolah.
Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Siti Romlah menyampaikan apresiasi atas konsistensi sekolah dalam menjalankan program tahfidz.
“Ini bukan sekadar ujian hafalan, tetapi bentuk kesungguhan menjaga kalam Allah. Al-Qur’an tidak hanya dihafal, melainkan dijaga dan diamalkan. InsyaAllah, akan menjadi syafaat di akhirat dan sumber kemuliaan bagi orang tua,” ujar Siti Romlah, usai menyerahkan sertifikat kepada 165 peserta didik yang lulus jadi tahfidz, Rabu (04/03/2026).
Siti Romlah mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara sekolah, komite, masyarakat, serta tokoh agama yang bersama-sama membangun karakter siswa melalui gerakan mengaji.
“Keberhasilan ini merupakan kolaborasi yang luar biasa antara pihak sekolah, komite, Dinas Pendidikan, serta masyarakat. Program tahfidz ini terbukti mampu membangun karakter siswa,” tandasnya.
Tak hanya itu, beberapa tahun lalu kawasan sekitar sekolah sempat menghadapi persoalan perilaku remaja. Namun sejak program mengaji dan tahfidz berjalan, perubahan positif mulai terlihat.
“Dulu kita sering mendengar berbagai persoalan perilaku remaja. Tetapi sejak adanya gerakan mengaji di sekolah ini, alhamdulillah dalam tiga tahun terakhir tidak ada lagi kasus pelanggaran berat,” jelas Siti Romlah.
Lebih jauh, Siti Romlah menilai keberhasilan program tersebut akan menjadi inspirasi bagi sekolah negeri lainnya di Kota Probolinggo.
Beberapa sekolah seperti SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 7 telah mulai menerapkan program serupa, meskipun pelaksanaannya masih terus dikembangkan.
“Ke depan ini akan menjadi program di seluruh sekolah di Kota Probolinggo, karena terbukti sangat efektif dalam pembinaan karakter siswa,” katanya.
Selain kegiatan belajar di sekolah, para siswa juga menjalankan kegiatan murojaah atau pengulangan hafalan Al-Qur’an sejak pukul 05.00 pagi, yang dipandu oleh pihak sekolah bersama komite.
Kepala SMP Negeri 3 Kota Probolinggo Sumantri mengatakan, program tahfidz telah berjalan selama empat tahun sejak adanya kerja sama dengan lembaga pembinaan Al-Qur’an. Dari 165 siswa yang mengikuti wisuda tahfidz tingkat Jawa Timur, sebagian di antaranya juga merupakan siswa inklusi.
“Di antara 165 siswa itu juga ada anak inklusi yang mampu mengikuti program hafalan Al-Qur’an. Ini menjadi kebanggaan bagi kami,”tuturnya.
Untuk mendukung keberhasilan program, sekolah melakukan pemetaan kemampuan siswa sejak awal. Para siswa kemudian dibagi dalam tiga kelompok pembelajaran, yaitu kelas tahfidz, tahsin, dan murtajil.
Program tersebut dilaksanakan secara rutin dua kali dalam seminggu, yakni setiap Jumat dan Sabtu, dengan pendampingan guru serta lembaga pembina dari Darul Qur’an Surabaya.
“Capaian itu diharapkan menjadi contoh penguatan pendidikan karakter melalui pendekatan religius yang melibatkan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat,”pungkas Sumantri. (adv/hud)






