MEMOX.CO.ID – Kepercayaan pimpinan Polri menjadikan Kombes Pol Putu Kholis Aryana sebagai Kapolresta Malang Kota merupakan keputusan yang tepat. Setelah dirinya dinilai berhasil mendinginkan gejolak yang terjadi pasca tragedi Kanjuruhan, Kamis (15/01/26).
Dalam arahannya ditengah prosesi pelepasan Kombes Pol Nanang Haryono, Kombes Pol Kholis memaparkan empat komitmen utama yang akan menjadi landasan kepemimpinannya.
Ia menegaskan tekad menjadikan Polresta Malang Kota sebagai institusi kepolisian yang terbuka, transparan, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia, seiring dinamika penegakan hukum nasional dan pemberlakuan KUHP serta KUHAP yang baru.
“Kepercayaan masyarakat hanya bisa tumbuh jika penegakan hukum dilakukan secara adil, akuntabel, dan humanis. Polri harus hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” tegas Kombes Kholis.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keberlanjutan pendampingan terhadap penyintas dan keluarga korban Kanjuruhan sebagai bentuk tanggung jawab moral, sosial, dan kemanusiaan Polri.
Selain itu, Kombes Kholis menegaskan komitmennya untuk terus merawat dan memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat Kota Malang yang majemuk dan plural, mulai dari akademisi, aktivis, penggiat HAM, suporter Aremania, komunitas milenial, hingga kelompok rentan.
“Saya ingin merangkul semua pihak. Dengan dialog, saling menghormati, dan kebersamaan, kita bisa menjaga Kota Malang tetap aman, damai, dan kondusif,” ujar mantan Polres Malang ini.
Pada komitmen keempat, ia menekankan pentingnya soliditas internal seluruh personel Polresta Malang Kota sebagai kunci terwujudnya institusi kepolisian yang presisi.
Dengan membuka ruang untuk mendengar masukan, harapan, dan aspirasi masyarakat, ia meyakini kinerja kepolisian dapat berjalan lebih fokus, efisien, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan publik.
Melalui tradisi pedang pora ini, Polresta Malang Kota menegaskan komitmen menjaga kesinambungan kepemimpinan yang profesional, humanis, dan kolaboratif, sebagai fondasi dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, kondusif, serta berorientasi pada nilai sosial dan kemanusiaan di Kota Malang. (fik/hms)
