Indeks

Kisruh Hasil Pemilu, Massa “Anarkhis” Serbu Kantor KPU Kota Probolinggo

Kisruh Hasil Pemilu, Massa “Anarkhis” Serbu Kantor KPU
Anarkhisme massa salah satu calon peserta Pemilu tidak puas atas hasil yang diumumkan KPU Kota Probolinggo. (foto: huda)

MEMOX.CO.ID – Sekelompok massa yang tidak puas dengan hasil Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 tiba-tiba mengobrak-abrik Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Kota Probolinggo. Tidak cukup, massa kemudian ngeluruk ke kantor KPU Kota Probolinggo dan kembali bikin anarkhis.

Ketika massa mulai tidak terkendali, pasukan Sabhara dan tim meteor Polres Probolinggo Kota berusaha memukul mundur kelompok massa. Massa semakin brutal dengan membakar kendaraan petugas dan melempari dengan batu, kayu, dan sebagainya.

Polisi akhirnya memberikan tembakan peringatan sambil mengerahkan mobil meriam air (water cannon), pasukan K-9 (anjing), dan menembakkan gas air mata ke arah massa untuk membubarkan massa. Massa akhirnya lari tunggang langgang mencari tempat aman.

Jangan salah, tindakan anarkhis tersebut bukan kejadian sebenarnya melainkan simulasi pengendalian massa anarkhis dalam apel gelar pasukan OPS Mantap Brata Semeru 2023-2024 dan pelatihan Sispamkota Polres Probolinggo Kota dalam rangka mendukung pelaksanan pengamanan Pemilu 2024, di depan halaman Pemkot Probolinggo, Selasa (17/10/2023).

“Biar kami selalu siap mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan keamanan saat Pilpres dan Pileg 2024, maka perlu digelar simulasi,” ujar Kapolres Probolinggo Kota,  AKBP Wadi Sa’bani, usai simulasi.

Kondusifnya Kota Probolinggo, kata Wadi Sa’bani, ditandai dengan aman dan lancarnya pelaksanaan pesta demokrasi pada 14 Pebruari 2024. Diharapkan kondisi ini juga terus terjaga saat Pilpres dan Pileg, Pemilukada mendatang.

Terkait simulasi pengamanan Pilpres, Pileg, dan Pemilukada 2024, pihaknya melibatkan ratusan pasukan. Jumlah tersebut, tidak termasuk bantuan dari Brimob, TNI, Linmas, dan Satpol PP. Pelaksanaannya seluruh rangkaian yang ada tahap pertahapannya yang walaupun memiliki potensi-potensi ancaman tetapi ketika semua berkomitmen.

“Mudah-mudahan itu menjadi tanggung jawab kita semua untuk sama-sama mengamankan gelaran tersebut. Tidak mudah memang akan tetapi bukan hal yang tidak bisa atau tidak mungkin dilakukan sangat mungkin dilakukan,”tandasnya.

Exit mobile version