Beranda Pemerintahan Kisah Kepala Dusun Menjadi Anggota DPRD Kota Batu

Kisah Kepala Dusun Menjadi Anggota DPRD Kota Batu

6
0

Khamim Siap Kawal Aspirasi Kaum Bawah

Batu, Memox.co.id

      Sebuah lompatan karir yang luar biasa bagi seorang Khamim Tohari. Betapa tidak, setelah beberapa tahun menjadi seorang Kepala Dusun Gondang, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, kini resmi menjadi seorang anggota DPRD Kota Batu, periode 2019-2024. Inilah kisah inspiratif tersebut ….

      Menjadi kepala dusun tentu sangat dekat hubungannya dengan masyarakat yang ada di sekitarnya, itulah modal utama Khamim Tohari memberanikan diri menjadi calon legislatif. Apalagi ketika mencalonkan diri mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama keluarga, warga setempat juga keluarga besar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

      Hal itu tidak ditampik oleh Khamim Tohari yang mempunyai banyak pengalaman di banyak profesi ini. “Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan kepercayaan ini. Pastinya akan saya emban, amanah yang sudah diberikan,” kata Kamim ketika diwawancarai oleh Memo X beberapa waktui lalu.

      Selain itu, lanjut dia, ketika belum menjadi anggota dewan sering mendengar langsung sambatan warga Kota Batu yang kurang tertampung oleh Pemkot Batu. Melalui kesempatan menjadi anggota dewan ini akan berupaya keras untuk menampung semua aspirasi masyarakat.

      Selama menjadi warga biasa, Khamim merasa jika program yang disusun dari bawah, misalnya musyawarah desa (musdes) dan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) yang selama ini digelar tidak menjawab keluhan dan menampung kebutuhan warga.

      “Kegiatan itu diselenggarakan hanya bersifat formalitas tapi kuran ditanggapi oleh pemerintah. Itu menjadi keinginan saya pribadi merubah dan meluruskan program. Jangan sampai kejanggalan ini terus terjadi dan membudaya, kasihan masyarakat kecil,” keluhnya, Minggu (1/9/2019) kemarin.

      Khamim mencontohkan, pernah suatu ketika mengusulkan untuk perbaikan jalan rusak kawasan Desa Tulungrejo, tapi tidak ada perhatian dan wujud pembangunan. Padahal sudah masuk dalam musrendes.

Bahkan, banyak program dari pemerintah yang tidak tepat sasaran, contohnya ada beberapa pelaku usaha yang tidak memilih modal dan mengharapkan bantuan tapi tidak pernah direspon. Berbeda dengan beberapa pengusaha yang sudah mapan dan memiliki kedekatan khusus dengan pihak pemkot malah diberi bantuan.

      “Lha sering itu, makanya mumpung saya jadi dan dipercaya masyarakat. Saya akan membalas kepercayaan mereka dengan memperjuangkan aspirasi masyarakat bawah agar direspon,” janji pengusaha roti ini.

Khamim menjelaskan siap untuk ditempatkan dimana saja karena bagaimanapun juga dirinya terpilih dari suara rakyat. “Ruangan saya nanti terbuka oleh umum. Siapapun boleh masuk terutama bagi masyarakat yang merasa tidak mendapatkan keadilan,” tutupnya. 

      Sekadar diketahui,  berbeda dengan periode sebelumnya dimana jumlah anggota DPRD Kota Batu hanya berjumlah 25 orang, anggota DPRD Kota Batu yang dilantik berjumlah 30 orang. Dapil Batu 1 (Kelurahan Nggalik, Desa Sidomulyo, Kelurahan Songgokerto, Desa Sumberejo) adalah Nurochman (PKB), Asmadi (PDI-P), Jatmiko (Nasdem), Didik Mahmud (Golkar), Katrina Dian Nefiningtyas (Gerindra), Aulia Lishanti (PAN), dan Deddi Irfan Alwani (Demokrat).

      Dari Dapil Batu 2 (Desa Oro-Oro Ombo, Kelurahan Sisir, dan Kelurahan Temas) yakni Dewi Kartika (PKB), Didik Subiyanto (PKB), Hari Danah Wahyono (Gerindra), Cahyo Edi Purnomo (PDI-P), Sugandi (Golkar), Fahmi Alkatiri (Nasdem), dan Saifudin (PKS).

      Di Dapil 3 Kecamatan Junrejo adalah Sampurno (PDI-P), Kukuk Kusbianto (PDI-P), Sudiyono (PKB), Bambang Sumarto (Golkar), Ludy Tanarto (PKS), M. Chairul K (PKS), dan Agung Sugiyono (Gerindra).

      Dapil Bumiaji 4 yaitu Sujono Djonet (Nasdem),  Kamim Tohari (PDI-P), Amirah Ghaida Dayanara (PDI-P), Mochammad Ilyas (Golkar), Rudi (PAN), Suwandi (Demokrat), Heli Suyanto (Gerindra), M. Hanif (PKS) dan Nur Ali (PKB). (lih/jun)