Termasuk ilmu jurnalistik, Andika bisa lebih mengerti dan bisa memiliki pengalaman dalam hal mewawancarai narasumber secara langsung. Ia berharap adanya kegiatan ini tak berhenti hanya disini, dan kedepan bisa berlanjut.
“Harapan saya semoga kegiatan seperti kemarin dan hari ini bisa konsisten berjalan seiring berjalannya tahun atau setiap tahun,” tutupnya.
Sementara, Waka Kesiswaan SMPN 1 Bandung, Anang mengungkapkan bahwa kesempatan selama dua hari memperoleh ilmu harus dimanfaatkan secara baik olej siswa-siswi. Ia juga tak lupa berterima kasih kepada narasumber yang telah memberikan materi.
“Dari apa yang sudah didapatkan mulai kemarin mohon untuk diterapkan sesuai kemampuan yang sudah kalian dapat,” ujar Anang.
Pihak sekolah berharap supaya peserta yang sudah mengikuti sosialisasi dan diklat jurnalistik menyebarluaskan apa yang telah didapat. Supaya berguna di kehidupan sehari-hari.
“Kami juga berharap seandainya nanti seperti ini, tolong untuk diikuti, syukur ilmu yang sudah didapat. Termasuk untuk disebar luaskan ke teman-teman perihal sosialisasi anti narkoba dan ilmu jurnalistik,” tandasnya.
Senada, Kepala Biro Harian Pagi Memo X Tulungagung, Andik Sulistiono mengaku kegiatan ini sebagai bentuk mencetak kader-kader jurnalis sejak usia dini. Sekolah sebagai basis pendidikan sejalan dengan penguatan literasi.
“Terma kasih kepada BNN Tulungagung, Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung serta pihak SMPN 1 Bandung. Semoga bermanfaat program ini terus berlanjut,” tandasnya. (jaz/and/fik)






