Kota Probolinggo, Memox.co.id – Adanya kendaraan besar, terutama truk dan bus yang masih melintas di tengah Kota Probolinggo membuat sejumlah masyarakat bertanya tanya. Mereka khawatir akan adanya kecelakaan lalu lintas. Sementara itu, hingga saat ini Jajaran Satalntas Polres Probolinggo Kota, tidak bisa melakukan tindakan langsung.
Masuknya kendaraan truk dan juga bus di jalan kota ini membuat penggunakan jalan lainnya resah. Sisi lain para pengemudi truk ini terkesan tak mengindahkan imbauan Walikota Probolinggo, agar truk bertonase tidak masuk jalan tengah kota. Warga Jati, Muklis (35) mengaku khawatir ketika berpapasan dengan truk saat dijalan kota. ”Apalagi saat membunyikan klakson,” terangnya, Minggu (25/4/2021).
Adanya truk masuk di tengah kota ini sudah terpantau oleh Satlantas Polres Probolinggo Kota. Namun, sejauh ini masih terkendala dengan aturan untuk melakukan tindakan.
Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota, AKP Roni Faslah mengaku, saat pandemi Covid-19, pihaknya belum bisa melakukan Tilang. Hal itu sesuai dengan anjuran Kapolri, termasuk operasi keselamatan Semeru 2021 yang dilaksanan. Sehingga, maksimal hanya bisa menegur untuk mengedukasi.
“Kami mendukung jika pemerintah kota tidak menginginkan truk masuk kota. Karenanya, Dishub (Dinas Perhubungan) juga perlu memperjelas dengan rambu-rambu yang ada. Sebab, saat ini (pandemi) kami belum bisa melakukan tindakan tilang. Kami hanya mengimbau,” ujar AKP Roni.
Selain itu, menurutnya, banyak sopir truk yang mungkin bingung. Mengingat, sejumlah titik jalan dan jembatan sedang diperbaiki. Termasuk Jembatan Kedungasem, yang menghubungkan jalan provinsi arah Lumajang, Jember, Situbondo juga Bali. “Memang perlu adanya kejelasan rambu dan itu ranahnya Dishub,” ujarnya.
Sementara itu, Kadishub Kota Probolinggo,Agus Efendi mengatakan, pihaknya siap mendukung baik itu dengan adanya pemasangan rambu rambu di beberapa titik bagi kendaraan besar seperti truk.Dan itu sudah kami lakukan.Kami hanya bisa menghimbau dan menghalau tidak bisa melakukan penindakan, itu kewenangan pihak Satlantas. “Ini butuh komitmen dalam rangka untuk kebaikan bersama pula,” ujar Agus. (geo/mzm)






