Indeks

Kelenteng Eng An Kiong Hampir Berusia 2 Abad Masih Berdiri Kokoh

Kelenteng Eng An Kiong Kota Malang

MEMOX.CO.ID – Kelenteng Eng An Kiong Kota Malang yang didirikan pada 1825 oleh Liutenant Kwee Sam Hway. Kelenteng ini merupakan salah satu bangunan tertua di Kota Malang yang masih berdiri kokoh meski usianya hampir 2 abad, Senin (16/01/2023).

Bahkan, kelenteng ini juga telah ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya. Seperti yang diterangkan dalam situs resmi Pemkot Malang.

Kelenteng Eng An Kiong dibangun dalam dua periode. Bangunan pertama yakni ruangan tengah yang dibangun pada 1825. Sementara bangunan lainnya dibangun pada 1895 hingga 1934.

Kelenteng Sanggar Agung dan Kisah di Balik Patung Dewi Kwan Im Kelenteng yang berada di Jalan Laksamana Matadinata Nomor 1 ini dirawat dengan baik. Tak disangka usianya hampir dua abad atau 198 tahun.

Kelenteng tersebut diberi nama Eng An Kiong bukan tanpa alasan. Namun ada makna di balik nama tersebut. Makna dari Eng An Kiong yakni istana keselamatan dalam keabadian Tuhan dan merupakan persembahan kepada Dewa Bumi.

Sama dengan Kelenteng Sanggar Agung di Surabaya, Eng An Kiong juga merupakan kelenteng tri dharma. Atau sebagai tempat ibadah tiga ajaran yakni Taoisme, Buddhisme dan Konfusianisme.

Ketua Umum Klenteng Eng An Kiong Rudy Phan menjelaskan, ciri Khas dan Simbol-simbol di Kelenteng Eng An Kiong Kelenteng Eng An Kiong memiliki ciri khas yaitu warna bangunan yang didominasi warna merah dan kuning. Merah memiliki makna kehidupan, kebahagiaan dan keberanian. Sedangkan kuning memilik makna keagungan.

Lalu ada ornamen naga yang merupakan simbol dari keperkasaan. Hingga saat ini, hampir 90 persen struktur bangunan dan ornamen di Kelenteng Eng An Kiong masih terjaga keasliannya. Termasuk tiang-tiangnya yang masih kokoh sejak awal berdiri.

Kelenteng Eng An Kiong sambut Imlek 2023 Kelenteng Eng An Kiong di Kota Malang mulai berbenah dan bersiap menyambut Imlek 2023. Ruangan dipersiapkan, lilin diganti dan lampion dipasang. Pengecatan ulang pada atap dan sejumlah ornamen juga dilakukan.

“Kita bersih-bersih, seperti mengganti lampion dan lain-lain hingga puncak tahun baru Imlek nanti tanggal 22 Januari.”Dua minggu setelah tahun baru, tepatnya pada 5 Februari 2023 nanti, kita akan bagi-bagi ribuan lontong Cap Go Meh sejak sore hingga selesai,” terangnya. (fik/onl)

Exit mobile version