MEMOX.CO.ID – Pesta Demokrasi 2024 semakin dekat. Pada 14 Februari 2024 mendatang, seluruh daerah di Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024. Yakni Pemilu Legislatif untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Indonesia untuk periode 2024-2029.
Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo terus merapatkan barisan demi menjamin terselenggaranya Pemilu serentak yang aman dan damai di Bumi Bayuangga. Komitmen itu ditunjukkan dalam Dialog Forkopimda dengan Masyarakat di Orin Hall and Resto, Rabu (25/10/2013).
Dialog itu memunculkan kekhawatiran akan terjadinya chaos karena perbedaan pilihan hingga, keberpihakan ustaz, kiai atau ulama terhadap salah satu pasangan calon presiden. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan masyarakat menambah seru dialog yang dihadiri berbagai stakeholder itu.
Seperti Dandim 0820 Letkol Arm Budi Heriasto yang dengan meyakinkan, menjawab pertanyaan masyarakat perihal pengamanan pemilu. Wilayah Probolinggo Raya, yakni kabupaten/kota Probolinggo masuk dalam yurisdiksinya. Karena itu, melakukan kolaborasi bersama Polres Probolinggo dan Polres Probolinggo Kota, Satpol PP, serta masyarakat.
“Kami yakin keamanan pemilu dapat dijaga dengan baik. Aparat pun tidak akan bisa sukses seratus persen dalam rangka melaksanakan pengamanan tanpa ada dukungan dari masyarakat,”tegas Budi Heriasto.
Setiap wilayah, lanjut Budi Heriasto, pasti ada tokoh-tokoh agama atau masyarakat bahkan komunitas yang selama ini ditokohkan. Di situlah nanti akan berkolaborasi, dan mengingatkan masyarakat terkait bahaya black campaign melalui media sosial yang bisa menimbulkan kepanikan masyarakat.
“Masyarakat Kota Probolinggo sampai saat ini terpantau aman dan kondusif. Supaya kita bijak bermedsos, jangan percaya berita yang belum tentu kebenarannya,”pintanya.
