Beranda TRIDARMA EKAKARMA Kasrem 083/Bdj Narasumber Dalam Seminar Online Bersama Mahasiswa Unibraw

Kasrem 083/Bdj Narasumber Dalam Seminar Online Bersama Mahasiswa Unibraw

32
0
NARASUMBER: Kasrem 083/Bdj Letkol Inf A. juni Toa S.E., M.I.Pol sebagai narasumber dalam Webinar bersama Mahasiswa dan Dosen dari Unibraw Malang.
NARASUMBER: Kasrem 083/Bdj Letkol Inf A. juni Toa S.E., M.I.Pol sebagai narasumber dalam Webinar bersama Mahasiswa dan Dosen dari Unibraw Malang.

Tema Webinar “Bela Negara Untuk Meningkatkan Nasionalisme Mahasiswa’

Malang, Memox.co.id – Kasrem 083/Bdj Letkol Inf A. juni Toa S.E., M.I.Pol sebagai narasumber dalam Webinar (Seminar Online) bersama Mahasiswa dan Dosen dari Unibraw ( Universitas Brawijaya) Malang dengan tema ‘Bela Negara Untuk Meningkatkan Nasionalisme Mahasiswa’, Sabtu (24/10/2020).

Dalam seminar jarak jauh tersebut Kasrem 083/Bdj Letkol Inf A. juni Toa S.E., M.I.Pol mewakili Danrem 083/Bdj, Kolonel Inf Irwan Subekti. Seminar digelar di ruang data Makorem 083/Bdj.

Turut hadir dalam acara Webinar kali ini, Dr Herman Suryokumoro S.H., M.S Dosen fakultas Hukum Unibraw yang juga sebagai narasumber serta perwakilan mahasiswa khususnya Fakultas Hukum Unibraw Malang.

SEMINAR ONLINE: Korem 083/Bdj bersama Unibraw saat menggelar seminar online dengan tema Bela Negara Untuk Meningkatkan Nasionalisme Mahasiswa.
SEMINAR ONLINE: Korem 083/Bdj bersama Unibraw saat menggelar seminar online dengan tema Bela Negara Untuk Meningkatkan Nasionalisme Mahasiswa.

Dalam kata sambutannya Kasrem 083/Bdj Letkol Inf A. juni Toa S.E., M.I.Pol menyampaikan ucapan permohonan maaf dari Danrem 083/Bdj Kol Inf Irwan Subekti yang tidak bisa ikut dalam kegiatan yang baik ini.

“Danrem 083/Bdj Kol Inf Irwan Subekti mengapresiasi kepada seluruh civitas akademika Unibraw beserta para narasumber dan moderator dan tentu saja semua mahasiswa atas diselenggarakan Webinar,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, sebagai narasumber ia ingin meluaskan prespektif tentang bela negara serta kata-kata nasionalisme dan Bhineka Tunggal Ika. “Menjadi penting sekali untuk menjelaskan tentang, bela negara ini adalah bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara namun dikonstruksi kembali lebih menitik beratkan kepada keamanan negara,” urainya.

“Pengelolaan sumber daya manusia tentang mobilisasi sumber daya nasional tentu untuk pertahanan negara tentunya juga dimuat tentang kewajiban kita ikut bela negara yang sebenarnya keberadaan warga negara memiliki hak dan tanggung jawab untuk membela negaranya,” jelasnya.

Ditegaskan olehnya, pentingnya acara ini karena kondisi bangsa indonesia saat ini mengalami krisis ideologi, krisis politik, krisis sosial budaya hal ini menimbulkan banyaknya yang memecah belah bangsa indonesia.

“Dengan adanya kegiatan koordinasi dan bela negara ini kita semua berharap dapat mempersatukan bangsa indonesia dan menangkal musuh-musuh yang merongrong bangsa Indonesia tercinta ini,” ungkapnya. (fik)