Apel Koordinasi Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Kota Malang
Malang, Memox.co.id-Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Simarmata, S.sos, S.ik M.H tegaskan tugas penanggulangan bencana merupakan tugas yang mulia serta ada 26 RS ( Rumah Sakit) rujukan siap menampung pasien korban bencana alam, Senin (6/01/20).
Hal tersebut ditegaskan orang nomor satu di jajaran kepolisian Polresta Malang Kota ini pada apel koordinasi kesiapsiagaan tanggap bencana dalam penanganan maupun pencegahan, bertempat di Mapolresta Malang Kota.
Dalam giat tersebut Polresta Malang Kota bekerjasama dengan Badan Penanggukangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Kodim 0833/Kota Malang dibantu para relawan, sebagai langkah awal antisipasi apalagi terjadi bencana.
Kepada Memox.co.id Kombes Pol Dr Leonardus Simarmata, S.sos, S.ik M.H menuturkan, selain menekan tingkat kriminalitas serta memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat.
“Khusus untuk bencana alam apapun bentuknya,Polresta Malang Kota bersama instansi terkait telah berkomitmen. Kalau sudah mengancam jiwa dan harta benda, kita tidak boleh tinggal diam, tugas penanggulangan bencana ini merupakan tugas yang mulia , ” tegasnya.
Ditegaskan kembali oleh mantan Kapolres Batu ini, kita sudah berkomitmen dengan kepala BPBD ataupun Pemkot bahwa ada 26 RS rujukan yang tidak boleh menolak untuk pasien emergency. Termasuk kendaraan ambulan juga bisa digunakan setiap saat,” ujarnya.
Selaku kepala BPBD Kota Malang, Alie Muryanto menyebutkan Kota Malang masuk dalam kategori rawan banjir, tanah longsor, angin kencang hingga pohon tumbang.
Di Kota Malang juga terdapat 28 titik rawan banjir ke 28 titik rawan banjir tersebut berada dikawasan jalan Galunggung, Jalan S Parman, Jalan Soekarno Hatta, dikawasan Ringinasri termasuk di jalan Panji Suroso.
“Upaya yang saat ini kami lakukan yakni mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama sama melakukan gerakan angkat sampah dan sendimen sebagai langkah antisipasi terjadinya banjir, “jelasnya.(fik)
