Penerapan PSBB Malang Raya 17-30 Mei 2020
Malang Kota,Memox.co.id – Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus Simarmata S.sos,S.I.K.MH pimpin langsung pemeriksaan hari pertama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Malang Raya dibeberapa Pos Check Point Covid-19, Minggu (17/05/2020).

Dalam kegiatan pemeriksaan dibeberapaPos penyekatan termasuk Pos Check Point Covid-19 Hawai yang merupakan batas Kota Malang, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus didampingi Walikota Malang Sutiaji dan Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson.
Tanpa ada rasa canggung orang nomor satu dijajaran kepolisian Polresta Malang Kota ini turun langsung melaksanakan pemeriksaan kepada masyarakat pengendaran yang ingin masuk Kota Malang yang mana penerapan PSBB Malang Raya termulai tanggal 17-30 Mei 2020.
Disela sela kegiatan kepada Memox.co.id Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr Leonardus menuturkan, hari pertama pelaksanaan PSBB Malang Raya ini, pihaknya tidak terlalu kaku memberikan sanksi kepada masyarakat yang berasal dari luar wilayah Malang Raya.
Sikap Persuasif tetap kami jalankan kami tanyai dulu alasan masuk ke Kota Malang, kalau ternyata ada urusan yang sangat mendesak, kami arahkan lebih baik saudaranya yang ada di wilayah Kota Malang, datang menemui mereka di pos check point,” jelasnya.
Dikatakan juga mantan Kapolres Mojokerto ini, sejak pemerintahan menyatakan wabah virus corona sebagai bencana nasional. Maka, harus ada upaya gotong royong, sinergi sumber daya dan strategi dari semua komponen bangsa menghadapi rasa cemas dikalangan masyarakat.
Apalagi, dari hari ke hari, jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat signifikan termasuk wilayah Malang Raya. Mari kita jadikan PSBB ini suatu momen aksi kemanusiaan.

Karena perang melawan virus corona adalah arena perjuangan kemanusiaan, bukan arena politik maupun ekonomi,” ungkapnya.
Lanjutnya, dengan tetap mengedepankan sikap persuasif mari kita edukasi masyarakat agar memiliki empati kemanusiaan dengan tidak memanfaatkan kepanikan masyarakat.
“Mari kita belajar dari China dan Italia dalam perang melawan Covid-19. Ketika dihantam badai Covid-19, masyarakat China saling menguatkan serta patuh pada instruksi Pemerintah ,”terangnya(fik)






