Kapolresta Malang Kota: Cinta Pancasila, Sebagai Dasar Menangkal Radikalisme dan Intoleransi

54
0
NARASUMBER: Forum pemuda kebangsaan dengan narasumber Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr. Leo Simarmata bersama narasumber lainnya.

Webinar Nasional Forum Pemuda Kebangsaan Bersama Kapolresta Malang Kota

Kota Malang, Memox.co.id – Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Dr. Leonardus Simarmata, S.Sos., S.I.K., M.H. menjadi narasumber dalam giat webinar nasional yang diselenggarakan forum pemuda kebangsaan Sabtu, (30/01/2021).

Kegiatan seminar yang dilakukan secara daring mengangkat tema “Membendung Gerakan Radikalisme dan Intoleransi di Indonesia”. Giat ini diikuti Bendahara Umum KNPI Aceh Hasnanda Putra, ST.,MT, Wasekjen PB HMI dan Ekonom Milenial Andi Rante, Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur Abdik Maulana, DPW Generasi Muda Mathlaul Anwar Jatim sebagai moderator Zulkifli Hallang Kordinator ISMEI Wilayah Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.

Sebagai narasumber, Kapolresta Kota Malang Kota Kombes Pol Dr. Leo Simarmata menyampaikan pentingnya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk cinta Pancasila yang bisa dijadikan sebagai dasar menangkal radikalisme dan Intoleransi.

“Menjaga Pancasila agar tetap sebagai dasar negara pemersatu kebegaraman yang ada pada bangsa Indonesia menjadi tugas kita bersama. Karena masih ada kelompok dan organisasi tertentu belum menyadari dan menghayati nilai dan fungsi Pancasila serta ingin mengganti Pancasila ini sebagai dasar dan ideologi bangsa.” tegasnya.

Lebih jauh dirinya mengatakan, “Perlu kita sadari radikalisme agama merupakan hal tidak bisa di sepelekan oleh bangsa Indonesia. Radikalisme adalah paham atau gerakan yang menginginkan pembaharuan dengan gerakan fundamentalisme. Gerakan radikal biasanya dicapai dengan segala cara terutama terkait isu agama sangat sensitif serta berita-berita hoax.”

Indonesia merupakan suatu bangsa yang besar dan luas serta terdiri dari banyak pulau. Masyarakat Indoensia terdiri dari berbagai keragaman sosial, kelompok etnis, budaya, agama, aspirasi politik dan sebagainya.

Ditambah saat ini pemerintah disibukkan dengan penanganan Covid-19. Hal ini justru dijadikan peluang bagi gerakan dan organisasi radikal yang berkeliaran untuk membangun serta memperkuat sentimen negatif atau ketidakpercayaan publik kepada pemerintah. Contoh nyatanya adalah informasi hoax terkait kegagalan negara dalam penanganan Covid-19 maupun melakukan provokasi menolak kebijakan vaksinasi nasional.

“Kembali saya tegaskan, eksistensi dan penerapan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terus disosialisasikan di ruang media publik salah satunya lewat Medsos (Media Sosial). Sejauh ini kami bersama Forpimda Kota Malang serta seluruh elemen kebangsaan termasuk dengan tokoh lintas agama selalu waspada terhadap gerakan kelompok-kelompok radikal yang berpotensi membuat situasi nasional tidak kondusif di tengah pandemi Covid-19, khususnya di wilayah Kota Malang.” ujarnya.(fik)