Kota Malang, Memox.co.id – Bertempat di halaman Balai Kota Malang telah dilaksanakan peringatan Hari Santri Nasional 2019 dengan tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia” dengan pembina apel Walikota Malang Drs. H.Sutiaji, Selasa (22/10/19).
Peringatan Hari Santri Nasional 2019 sebagai wujud kebersamaan dan sinergitas semua elemen masyarakat Kota Malang untuk bersama sama menjalin persatuan dan kesatuan guna mewujudkan Kota Malang yang aman dan kondusif.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander S.ik, Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson serta para tokoh agama seperti Ketua PCNU Kota Malang Isroqunnajah Ketua MUI Kota Malang KH. Baidlowi Muslich serta pengurus Ponpes, Santri dan siswa sekolah se Kota Malang.
Dalam amanatnya Walikota Malang Sutiaji membacakan amanat Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang intinya sejak Hari Santri ditetapkan pada tahun 2015, tepatnya 22 Oktober kita selalu menyelenggarakan peringatan setiap tahunnya dengan tema yang berbeda pada Hari Santri 2019 mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”.
Berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islamrahmatan lilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama,”ujarnya.
Usai mengikuti peringatan Hari Santri Nasional kepada rekan media Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander S.ik menjelaskan, ” Hari Santri nasional dicetuskan dengan tujuan meneladankan semangat jihad kepada para santri, terutama tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama dan diperingati setiap tanggal 22 Oktober setiap tahun sejak tahun 2015 yang diperintahkan oleh Presiden Jokowi.

Pemilihan tanggal 22 Oktober sendiri adalah merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh pahlawan Nasional K.H. Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945 yang berisi perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca – Proklamasi Kemerdekaan,”jelasnya.
Lanjutnya, “Kita juga patut bersyukur karena dalam peringatan Hari Santri 2019 ini terasa istimewa dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
Dengan Undang Undang tentang Pesantren ini memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pengabdian masyarakat.
“Selain itu, Hari Santri nasional menjadi salah satu wujud pengakuan pemerintah atas peran besar umat Islam dalam berjuang merebut dan mempertahankan NKRI,”tuturnya.
Setelah kegiatan selesai dilanjutkan pemberian penghargaan dan hadiah kepada santri berprestasi oleh Forpimda Kota Malang dan Ulama Kota Malang sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian kepada santri dan siswa sebagai generasi penerus bangsa. (fik).






