Kapolres Blitar Bantah Maki-Maki Kasat Sabhara, Begini Penjelasannya

358
0
Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya.
Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya.

Blitar, Memox.co.id – Diberitakan Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Tri Susetyo dikabarkan mundur sebagai anggota Polri. Bahkan dia telah mengajukan surat pengunduran diri ke Kapolda Jatim, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, Kamis (1/10/2020).

Dari berbagai informasi yang beredar, AKP Agus mengundurkan diri dengan alasan tidak betah dengan kepemimpinan Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya yang dinilai arogan terhadap anak buahnya.

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya menanggapi tudingan tersebut mengatakan, kejadian tersebut berawal pada 19 September lalu saat pelaksanaan Operasi Yustisi di Kecamatan Kanigoro. Saat itu Kapolres Blitar melihat ada salah satu anggota Satuan Sabhara berambut gondrong. Kemudian ditegurnya anggota tersebut dan menanyakan keberadaan Kasat Sabhara.

“Saya tanya Kasatnya kemana. Ternyata saat itu Kasatnya di Kesamben ikut rombongan lain, karena malam itu memang ada dua tim saya di Kanigoro dan tim lainnya ke Kesamben. Setelah itu Kasatnya saya tegur lewat HT. Kenapa anggotanya rambutnya panjang. Nah setelah teguran itu sepertinya Kasat Sabhara tidak terima dan tidak masuk dinas mulai tanggal 21 September sampai hari ini, jadi sudah dua minggu ini,” jelas AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, Kamis (1/10).

Lebih lanjut Ahmad Fanani mengaku, jika dirinya baru sekali menegur Kasat Sabhara. Teguran yang dilontarkan pun menurutnya masih wajar seperti disampaikan pimpinan kepada anggota.

“Saat itu, saya hanya mengatakan, kamu mau anggotamu jadi bencong, kok rambut panjang dibiarkan. Saya cuma seperti itu bukan memaki-maki dengan teguran keras,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang berkembang, selain memaki, Kapolres Blitar juga dituding melakukan pembiaran terhadap judi sabung ayam di wilayah hukumnya. Atas tudingan tersebut Kapolres justru meminta agar hal tersebut ditanyakan balik ke Kasat Sabhara, kenapa membiarkan judi sabung ayam berkembang, padahal dia mengetahuinya.

“Kalau sabung ayam silahkan ditanya ke Kasat Sabhara, kenapa dia mengetahui kok dibiarkan. Berarti disini siapa yang membiarkan. Kalau saya sendiri jelas tidak tahu kalau tidak ada laporan dari anggota atau aduan dari masyarakat. Artinya dia sendiri sebagai Kasat Sabhara yang harusnya melaporkan ke saya melakukan pembiaran,” paparnya.

Kapolres Blitar menambahkan, perkara ini ditangani Polda Jawa Timur karena yang bersangkutan berpangkat perwira. “Intinya kalau saya dipanggil ke Polda saya siap datang. Akan saya klarifikasi dan saya akui memang saya tegur karena ada alasannya. Banyak kok yang mengetahui kejadian itu. Bahkan saat itu juga ada wartawan yang meliput Operasi Yustisi yang dilaksanakan Polres Blitar,” pungkas Kapolres Blitar. (jar)