Beranda TRIBRATA Kapolres Batu: Warga Penghuni Panti Jompo Juga Dapat Bantuan

Kapolres Batu: Warga Penghuni Panti Jompo Juga Dapat Bantuan

31
0
IKUT: Kapolres Batu AKBP Harviadhi ikut membantu memasukkan beras 5 kg yang akan disalurkan ke penghuni panti jompo

Bansos Tahap 2 Polres Batu Dalam Rangka Peringatan Hari Bhayangkara ke 74 Tahun 2020

Batu, Memox.co.id – Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prahtama S.I K.MIK pimpin langsung kegiatan pembagian sembako secara simbolis untuk dibagikan kepada masyarakat yang belum pernah mendapatkan bantuan ditengah pandemi Covid-19, Jumat (26/06/2020).

Pembagian sebanyak 10 ton beras yang dikemas menjadi 5 kg rangkaian kegiatan sosial jelang peringatan Hari Bhayangkara ke- 74 yang diperingati setiap tanggal 1 Juli.

SOPIR : Kapolres Batu AKBP Harviadhi secara simbolis menyerahkan bantuan 5 kg beras yang akan dibagikan kepada para sopir angkot yang belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah

Bansos (Bantuan Sosial) tahap 2 ini sebanyak 200 paket beras 5 kg akan disalurkan dengan menggerakkan anggota Bhabinkamtibmas yang ada disetiap Polsek. Sebelumnya telah dilaksanakan Polres Batu yang dalam penyaluran dibantu Ormas (Organisasi Kamasyarakatan).

Disela-sela kegiatan Kapolres Batu AKBP Harviadhi mengatakan, pembagian paket beras 5 kg ini dalam rangka mensukseskan peringatan Hari Bhayangkara ke 74 tahun 2020.

TENAGA MEDIS: Kapolres Batu AKBP Harviadhi saat memberikan bantuan 5 kg beras kepada tenaga medis Polres Batu

“Kegiatan pembagian beras ini merupakan tahap 2 yang diberikan oleh Polri kepada masyarakat, sekaligus dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke- 74 yang jatuh setiap tanggal 1 Juli 2020 nanti,” terangnya.

SIMBOLIS: Kapolres Batu AKBP Harviadhi secara simbolis menyerahkan bantuan 5 kg beras untuk disalurkan kepada masyarakat yang belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

AKBP Harviadhi juga menjelaskan, bantuan beras 5 kg ini khusus kami salurkan kepada masyarakat yang belum pernah mendapatkan bantuan seperti buruh bangunan, petugas kebersihan yang ada di setiap kampung, termasuk warga penghuni panti jompo, kaum dhuafa dan sopir,” terangnya.(fik)